by

Protap Penangan Pasien Covid-19 Harus Adil

Ambon, BKA- Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Melkias Saerdekut, meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, harus adil dalam pemberlakuan protap penanganan pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.

Penegasan kader Partai Gerindra ini menyusul adanya informasi, kalau Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Ambon, NJ, yang juga istri dari Sekda sekaligus Ketua Harian GTPP Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mendapat perlakuan khusus atau istimewa, dengan menjalani perawatan dikediamannya sendiri. Bukan diisolasi pada lokasi yang telah ditentukan.

“Siapa pun dia itu yang sudah terinfeksi Covid-19, situasi ini diharapkan jangan lagi ada polemik-polemik yang membias. Sehingga dalam penanganan corona, kita dengan baik, agar tidak ada pergeseran masalah. Jangan ada istilah pemberlakuan istimewa atau khusus. Itu harus ditiadakan dan harus merata,” tegas Melkias, pada BeritaKota Ambon, Jumat(15/5).

Bukan hanya konteks penanganan pasien positif Covid-19. Secara protap, Ketua Gustu beserta keluarganya yang berada satu rumah dengan pasien kodefikasi kasus 56, seharusnya menjalani karantina mandiri selama 14 hari di rumah. Tidak boleh melakukan aktifitas sebagai Sekda maupun Ketua Harian Gustu.

Tapi saat ini, kata Saerdekut, terkesan penerapannya hanya diberlakukan bagi golongan tertentu saja. “Tapi selaku DPRD, diharapkan dalam penanganan pasien positif, apapun protap penanganan Covid-19 yang dianjurkan pemerintah, itu harus diikuti. Tidak ada istilah yang diistimewakan,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekda Maluku sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang, mengakui, kalau istrinya yang juga merupakan Kepala Dinas Sosial Kota Ambon terinfeksi virus corona.

“Istri saya positif corona, hasil swab keluar positif,” terangnya, Kamis (14/5).

Untuk itu, lanjutnya, istrinya tengah mengikuti proses isolasi mandiri di rumah mereka.(RHM/BKA-1)

Comment