by

PSBB Dinilai Persulit Masyarakat

Ambon, BKA- Anggota DPRD Kota Ambon, Gunawan Mochtar mengaku kesal dengan adanya rencana perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II di Kota Ambon. Dia menilai, sejak penerapan PKM, PSBB dan rencana PSBB tahap II sesuai Perwali justru menyulitkan masyarakat yang ada.
“Kini PSBB direncanakan untuk kembali diperpanjang. Coba turun dan tanya warga, mereka setuju atau tidak. Masyarakat itu mengaku susah. PSBB menyulitkan masyarakat,” tegas Gunawan, kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Senin (6/7)
Dikatakan, Pansus Covid-19 bentukan DPRD Kota Ambon telah merekomendasikan untuk tidak memperpanjang PSBB. Sehingga terkesan rekomendasi PSBB tidak dianggap sebagai kajian oleh Pemerintah Kota yang kemudian berencana untuk memperpanjang PSBB tahap II selama 14 hari kedepan.
“Berarti rekomendasi Pansus tidak diterima ? Sekarang, teman-teman wartawan harus tanyakan ke unsur pimpinan, langkah apa yang harus diambil DPRD menyikapi ini,” tanya dia.
Wakil Ketua Komisi III ini mengaku, banyak masyarakat yang mengeluh dengan kebijakan-kebijakan yang diambil Pemerintah Kota. “Bedah kalau sudah ada konpensasi ke masyarakat dan pelaku usaha. Buktinya kan belum menyeluruh, makanya PSBB dinilai menyulitkan,” beber dia.
Politisi PKB ini juga mempertanyakan Pemerintah Kota terkait adanya bantuan pemerintah yang telah tersalur ke 50.595 kepala keluarga (KK) di kota Ambon. Ia bahkan meminta Walikota Ambon, Richard Louhenapessy untuk memberikan penjelasan secara detail terhadap puluhan ribu KK yang telah mendapat bantuan sembako atau bantuan langsung tunai (BLT) berdasarkan kecamatan.
“Misalnya di kecamatan Sirimau berapa KK, Nusaniwe berapa KK. Bukan hanya sebutkan begitu saja. Sebab masyarakat resah dikarenakan ada yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah selama covid-19 mewabah di Ambon,” tutupnya. (UPE)

Comment