by

PSBB, Jam Operasional Disamaratakan

Ambon, BKA- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy telah mengeluarkan waktu pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon, yang akan dilaksanakan mulai tanggal 22 Juni 2020. PSBB ini secara otomatis akan menyamaratakan waktu operasional, terutama bagi toko modern.

Ini dikarenakan, dalam pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) lewat Perwali nomor 16 tahun 2020, toko modern yang ada di Kota Ambon diberikan jam operasional sejak pukul 08.00-21.00 WIT. Bahkan ada beberapa toko modern yang dibiarkan buka selama 24 jam.

Namun Louhenapessy memastikan, hal tersebut tidak akan tejadi selama pemberlakuan PSBB. Dimana semua toko modern hanya diberikan waktu hingga pukul 20.00 WIT, dan tidak boleh ada aktivitas lagi.

“Kalau PKM itu ada yang tutup jam 9, tapi PSBB ini tutup jam 8 malam. Jadi tidak ada lagi toko yang buka dan tidak ada toko 24 jam,” tegas Louhenapessy, kepada awak media di ruang ULA, Balai Kota, Rabu (17/6).

Ketua DPD II Golkar Kota Ambon ini menegaskan, tak hanya toko modern saja yang dibatasi, tetapi untuk pasar tradisional juga menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota. Yakni waktu berjualan yang dibatasi sebelumnya pukul 16.00 WIT, akan diperpanjang hingga pukul 18.00 WIT.

Dengan mempertimbangkan kondisi terminal saat pasar ditutup sebelumnya, dinilai terlalu cepat dan justru menimbulkan banyak terminal bayangan pada pinggiran jalan.

“Pasar juga kita akan pertimbangkan untuk bukan jam 4, tapi jam 6. Bukan karena pertimbangan tekanan, tapi karena analisa transportasi. Karena kalau ditutup jam 4 sore, masalah yang dihadapi itu mobil tidak masuk ke terminal tapi yang terjadi terminal bayangan. Jadi nanti jam 6 sore. Jadi diperkirakan jam 6 orang sudah semakin berkurang karena PSBB, sehingga tidak ada lagi terminal bayangan itu,” terangnya.

Sementara untuk rumah kopi, rumah makan, restoran atau café hanya akan menerima orderan saja dan tidak diizinkan untuk melayani pengunjung di tempat. Dam untuk angkutan kota (angkot) sendiri, sebutnya, tidak akan adalagi sistim ganjil genap. Tetapi akan menggunakan shift A, B dan C.

“PKM jadi masukan penting bagi Pemerintah Kota kedepan, ini untuk ganjil genap itu nanti berlaku shift A, B dan C. Jadi bukan lagi soal ganjil genapnya, tapi nanti kita bagi merata pada trayek itu,” imbuhnya.

Kemudian untuk rumah ibadah, lanjut Walikota dua periode ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku. Karena persoalan rumah ibadah ini menyangkut persoalan agama yang dinilai sangat sensitif di Kota Ambon.

“Kalau untuk masalah rumah ibadah itu akan kita konsultasi dengan provinsi. Karena kita tahu masalah agama di Kota Ambon ini sangat sensitive, dan dalam waktu dekat kita akan rapat dengan tokoh agama untuk cari solusinya,” tukasnya.

Mengingat, PSBB akan menjadi pijakan bagi Kota Ambon dalam menekan angka penyebaran kasus covid 19. Maka semakin banyak orang yang dibatasi pergerakannya, akan semakin baik untuk menekan penyebaran Covid-19. Karena Covid ini berkembang akibat pergerakan orang.

“PSBB ini nanti jadi sebuah pijakan yang betul-betul diharapkan bisa menekan laju perkembangan covid. Untuk kita membatasi covid ini, diputuskan karena covid ini dibawa dari pergerakan orang. Kalau orang tetap bergerak, itu akan berdampak pada proses perjangkitan itu terjadi,” tambahnya.

Louhenapessy menjelaskan, PSBB akan dijalankan dengan Perwali dan direncanakan akan segera di terbitkan. Sehingga dapat disosialisasikan sebelum penerapannya. Maka dirinya berharap, masyarakat dapat disiplin dan mentaati segala aturan selama pemberlakuan PSBB, agar penyebaran wabah dapat ditekan.

Ia berharap, ketika Perwali PSBB dikeluarkan hari ini, maka tersisa beberapa hari akan dilakukan sosialisasi yang merupakan tindak lanjut dari PKM. Dan jika PSBB sukses diterapkan di Kota Ambon, maka dapat menekan jumlah kasus Covid-19.

“Jadi masyarakat harus displin untuk berhasil. Disiplin untuk kenakan masker, cuci tangan, jaga jarak. Kalau itu bisa kita laksanakan, saya rasa pasca Juni ini kita bisa turunkan dia (Corona). Siapapun yang tidak disiplin akan bisa dijangkit oleh Covid. Yang paling efektif itu dari media,” pungkasnya. (DHT)

Comment