by

PSBB Siap Dilaporkan ke Dua Menteri

Ambon, BKA- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, hari ini akan melaporkan perkembangan terakhir terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Menteri Kesehatan dan Menteri Polhukam beserta Kepala BNPB, yang direncanakan tiba di kota Ambon malam ini.

Walikota dua periode ini akan melaporkan secara rinci perkembangan PSBB yang telah dilaksanakan selama 14 hari ini, sekaligus rencana perpanjangan PSBB untuk 14 hari kedepan.

“Nanti malam itu Menkopolhukam, Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB itu tiba di Ambon. Nanti besok (hari ini) itu akan dilaksanakan konferensi dengan seluruh kepala daerah, dan tentunya saya akan melaporkan perkembangan terakhir dari PSBB ini,” ungkap Louhenapessy, kepada awak media di hotel Marina, Minggu (5/7).

Selain konferensi, tutur dia, Pemerintah Kota Ambon tidak mengetahui agenda lainnya terkait kedatangan tiga petinggi negara tersebut. Sehingga dirinya siap melaporkan perkembangan PSBB yang telah dilaksanakan berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali) nomor 18 tahun 2020 tentang PSBB.

“Untuk agenda selebihnya, itu saya tidak tahu,” akuinya.
Menurutnya, penerapan PSBB telah dilaksanakan sejak tanggal 20 Juni kemarin dan akan berakhir hari ini. Akan tetapi, karena masih masuk dalam zona merah secara nasional, maka PSBB direncanakan untuk diperpanjang kembali selama 14 hari kedepan.

PSBB sendiri akibat adanya pandemi Covid-19 saat ini, walaupun berdasarkan kajian yang telah dilakukan bersama para ahli di kota Ambon sudah hampir memasuki zona orange. Namun karena skala nasional, Ambon masih berada pada zona merah yang mengharuskan adanya perpanjang PSBB.

Untuk perpanjangan PSBB, lanjut dia, setelah berakhir tanggal 5 Juli hari ini, pihaknya akan langsung menyurati Pemerintah Provinsi Maluku untuk memperpanjang PSBB di Kota Ambon.

“Kesimpulan kita, walaupun hasil terakhir laporan kajian kita itu kita sudah sangat mendekati zona orange, tapi karena secara nasional di Kota Ambon masih masuk dalam zona merah dari 53 kabupaten yang ada.

Sehingga kita menyesuaikan dengan penetapan zona merah itu. Lalu lagi setelah tanggal 5 Juli itu, pemerintah kota akan menyurat kepada provinsi untuk diperpanjang,” terangnya.

Politisi Golkar ini mengungkapkan, idealnya PSBB dilaksanakan hanya 14 hari saja, tapi penerapan PSBB masih belum bisa ditekan angka kasus positif Covid-19. Namun akan dilihat sampai hari ini, apakah sudah benar-benar masuk zona orange sehingga dapat dipertimbangkan apakah dilanjutkan atau tidak.

“Idealnya memang kalau pelaksanaan PSBB itu dilaksanakan 14 hari. Tapi kalau misalnya dalam perjalanan, katakanlah dari hasil keterangan BNPB itu sampai tanggal 28 Juni. Namun kalau misalnya sampai tanggal 5 Juli menekan dia dan masuk pada zona orange, ini bisa saja dipertimbangkan kepada provinsi untuk kita tinjau dia,” bebernya.

Dijelaskan, berdasarkan kajian yang dilakukan bersama para ahli yang turut melibatkan akademisi maka Kota Ambon sudah bisa masuk dalam zona orange. Hanya saja, masih adanya penyebaran yang membuat kota ini masuk zona merah. Sehingga berdasarkan standar nasional PSBB tetap harus diperpanjang.

PSBB diperpanjang, tambah dia, untuk mencegah kemungkinan yang terjadi setelah usai penerapan PSBB tahap I yang akan berakhir hari ini.
“Untuk sementara dalam kalkulasi, kita akan memperpanjang dia dulu sesuai dari rekomendasi untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi,” ujar dia.

Louhenapessy berharap, semoga PSBB yang dilaksanakan ini akan semakin baik. “Tapi, harapan besar untuk kita kondisi ini semakin hari makin baik,” pintanya.

Tempat terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang menyampaikan terkait agenda kedatangan dua menteri dan kepala BNPB.

Yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, akan tiba di bandara Internasional Pattimura Ambon menggunakan pesawat khusus TNI AU.

Sesuai agenda, kata Kasrul, rombongan tiba tadi malam sekira pukul 24.00 WIT. Seluruh petinggi tersebut dijemput oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail beserta Forkopimda Maluku lainnya. Selain itu, rombongan juga dikabarkan akan menggelar rapat koordinasi (Rakor) secara virtual guna membahas penanganan covid-19 di Maluku.

“Dari Bandara Pattimura, Menko PMK, Menkes, Kepala BNPB beserta rombongan langsung menuju kediaman Gubernur Maluku dikawasan Wailela, Kecamatan Teluk Ambon. Setelah beristirahat sejenak, rombongan menuju Swissbel Hotel Ambon untuk beristirahat,” ucap Kasrul.

Dan hari ini pula, lanjut dia, seluruh petinggi tersebut akan meninjau RSUP dr. J. Leimena Ambon, yang digunakan sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. Baru kemudian bertandang ke kantor Gubernur Maluku untuk melaksanakan rakor bersama bupati dan walikota se Maluku, lewat video Conference (Vicon).

“Usai rapat koordinasi, Menteri dan Kepala BNPB memberikan keterangan pers. Setelah itu, rombongan ke Bandara Pattimura untuk terbang ke Ternate, Provinsi Maluku Utara,” pungkas Kasrul, kepada awak media. (DHT/BKA-1)

Comment