by

PSBB Transisi, Tempat Ibadah Dapat Diakses

Ambon, BKA- Pasca Pemerintah Kota Ambon menghentikan PSBB tahap II dan dilanjutkan dengan PSBB Transisi, seluruh tempat ibadah diberi ruang agar digunakan masyarakat untuk beribadah. Dimana sudah ada Petunjuk Teknis (juknis) yang diatur dalam Peraturan Walikota (Perwali) nomor 20 tahun 2020.

“Memang Juknis untuk penyelenggaraan keagamaan untuk di tempat ibadah Juknis itu sudah dikeluarkan di Perwali 18 tahun 2020. Nah Perwali ini itu ada sedikit revisi saja, akan dikoordinasikan lagi dengan pimpinan agama untuk di gereja protestan dengan masjid,” tandas Plt Kabag Kesejahteraan Masyarakat Kota Ambon, Fenly Masawoy, kepada wartawan, Kamis (23/7).

Ia menyebutkan, tempat ibadah yang ada di Kota Ambon telah dibuka untuk beribadah. Karena kota Ambon sendiri sudah masuk pada zona orange untuk penyebaran Covid-19. Karena masyarakat yang tidak diperbolehkan menggunakan tempat ibadah jika berada pada zona merah penyebaran covid 19.

“PSBB inikan penyesuaian saja, karena di Perwali 20 tahun 2020 itu tempat ibadah dibuka semua, pengecualian itu di zona merah. Kalau zona merah masyarakat diminta ibadah di rumah masing-masing,” jelasnya.

Meski demikian, jukni tersebut diberikan untuk membuka ruang bagi masyarakat dalam melaksanakan proses keagamaan. Namun untuk tempat ibadah yang diakses sendiri tergantung dari pimpinan umat yang ada.

“Jadi itukan ruang yang dibuka, tapi semua itu dikembalikan kepada pimpinan umat. Kalau mereka tidak membuka gereja, itu bentuk kepatuhan gereja atau pimpinan umat untuk kesehatan,” tuturnya.
Juknis yang dikeluarkan juga sebagai panduan bagi masyarakat yang mau melaksanakan ibadah dan sudah ada prosedur protokoler yang diatur dalam juknis tersebut.

“Juknis ini pada prinsipnya panduan yang dibuat kalau mereka mau ibadah, inilah prosedur protokoler seperti ini. Tapi kalau pihak gereja maupun pimpinan mesjid karena kan ada beberapa mesjid yang tutup itu dikembalikan kepada masing-masing. Ini membuka ruang supaya ibarat hal-hal yang mengandung nilai positif,” terangnya.

Fenly menambahkan, setiap kegiatan yang dilakukan di tempat ibadah harus disesuaikan dengan panduan yang telah diatur untuk memastikan penyebaran covid-19 tidak terjadi saat proses ibadah dilakukan.

“Jadi prinsipnya dalam Perwali membuka ruang, tapi dari misalnya Katolik pimpinan umatnya masih tunggu sampai selesai PSBB, sama Pura dan Vihara. Kalau misalnya mereka mau ibadah tinggal mereka laporkan kepada kita,” tutup dia. (DHT).

Comment