by

PSBB Transisi, Tempat Usaha Dapat Beroperasi

Ambon, BKA- Terhitung hari ini, Pemerintah Kota Ambon mulai berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang akan berlangsung selama 2 pekan kedepan. Namun selama PSBB transisi, hanya tempat-tempat usaha tertentu yang diberikan izin untuk beroperasi sesuai waktu yang ditetapkan.

Diantaranya, toko-toko, counter handpone, cafe, rumah kopi dan beberapa tempat usaha lainnya yang diizinkan beroperasi sesuai syarat yang tercantum dalam PSBB transisi.

Untuk pemberlakuan bisa transisi tak hanya toko yang dibuka tetapi juga restoran, cafe maupun rumah kopi yang ada ada dan beberapa tempat usaha lainnya yang sesuai dengan syarat yang ada di psbb transisi.

Sementara tempat usaha lainnya yang bersentuhan langsung dengan pelanggan atau customer seperti tempat pijat, salon kecantikan, pangkas rambut dan lainnya, masih dilarang untuk beroperasi.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, dengan penerapan PSBB transisi akan ada pembatasan yang dilakukan. Akan tetapi, akan diberikan kelonggaran bagi aspek ekonomi maupun aktivitas sosial untuk kembali beroperasi di Kota Ambon.

“Dalam PSBB transisi ini, peningkatan pengawasan yang akan ditingkatkan terkait protokol kesehatan. Kerjasama Pemerintah Kota, TNI dan Polri akan maksimal demi kepentingan masyarakat. Karena jika tidak waspada, bisa saja kembali ke zona merah dan berlakukan lagi PSBB. Ini kita hindari agar tidak terjadi,” tandas Louhenapessy, kepada wartawan di hotel Marina, Sabtu (18/7).

Politisi Golkar ini mengaku, meski dibuka sebagian tempat usaha, namun tempat usaha yang berhubungan atau bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti tempat pijat dam lainnya tetap dilarang beroperasi.

Pasalnya, tempat tempat usaha tersebut bersifat di dalam ruangan dan dengan kapasitas orang yang cukup padat. Sehingga diharuskan untuk tutup, guna mencegah adanya cluster terbaru demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Ambon saat ini.

“Sementara jenis usaha yang sifatnya indoor dan bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti griya pijat, salon, klinik kecantikan, gym, pangkas rambut atau barber shop tetap masih ditutup,” tandasnya.

Sementara untuk kegiatan pernikahan dan lainnya dapat dilangsungkan, tetapi untuk resepsi atau pestanya sendiri tetap dibatasi. Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya penyebaran covid-19 saat pesta atau resepsi tersebut dihadiri banyak orang.

Dan untuk jam operasionalnya sendiri, lanjut dia, untuk tempat usaha maupun pasar selama PSBB transisi tetap akan sama dengan waktu yang telah ditentukan pada PSBB sebelumnya.

“Kegiatan budaya seperti pernikahan, ulang tahun dan sejenis boleh tapi pesta dibatasi. Secara keseluruhan, waktu operasional tidak berubah masih seperti PSBB tahap II. Misalnya toko-toko tetap tutup jam 6 sore, kuliner jam 9 malam, pasar jam 6 sore dan juga angkot,” tegas Louhenapessy.

Menurut dia, untuk toko atau tempat usaha yang buka atau jenis kegiatan yang dibolehkan, masyarakat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk menjaga diri agar tidak terjangkit maupun menjangkiti orang lain.

“Dengan adanya PSBB transisi yang akan dilakukan, semoga jumlah kasus juga akan semakin turun dan Kota Ambon dapat memasuki zona kuning dari zona orange sebelumnya,” harap dia. (DHT)

Comment