by

Puskesmas SiwaLima Dobo Sosialisasi AKB di 22 Sekolah.

Ambon, BKA- Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Siwa Lima Dobo tak henti-hentinya berikan pelayanan prima terhadap masyarakat. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab Puskesmas Siwa Lima dalam menjaga kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.

Pelayanan super ekstra itu terlihat bukan saja pada beberapa minggu terakhir lewat sosialisasi AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru), yang dilakukan secara door to door pada pusat pendidikan (sekolah). Namun pelayanan sepert ini sudah dilakukan full time sebelum pandemi virus corona menyasar Indonesia.

“Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat di wilayah kerja kami, Puskesmas Siwalima secara door to door bukan hal baru bagi kami. Karena sebelum pandemi virus corona, kami full time berikan pelayanan. Ya ini bentuk pengabdian kami kepada masyarakat,” ungkap Kepala Puskesmas (Kapus) Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Hadija Hasim, kepada BeritaKota Ambon diruang kerjanya, Kamis (13/8).

Lebih lanjut, Hasim mengungkapkan, sosialisasi AKB yang dilakukan itu merupakan tindak lanjut dari SK (Surat Keputusan) bersama empat menteri, agar wilayah kategori zona hijau Covid-19 bisa lakukan proses belajar mengajar (tatap muka). Namun dengan syarat berlakukan protokol kesehatan (Prokes) super ketat.

“Jadi sosialisasi AKB di sekolah-sekolah itu dalam rangka menyikapi SK bersama empat menteri itu. Ya, sekolah yang berada di zona hijau wajib sekolah tatap muka. Namun harus berlakukan prokes ketat,” jelasnya.

Selain itu, menurut Hasim, alasan pihaknya menyasar 22 sekolah untuk mensosialisasikan KAB, karena siswa dan guru sangat berisiko terinfeksi virus. Olehnya itu, pihaknya akan door to door dalam memberikan sosialisasi.

Bukan saja sekedar memberikan sosialisasi, tetapi akan selalu memantau penerapan Prokes pada 22 sekolah di wilayah kerjanya itu. “Sosialisasi AKB di sekolah-sekolah ini sangat penting, karena siswa dan guru itu beresiko terpapar virus. Jadi kita akan tetap pantau penerapan prokes di sekolah-sekolah itu, agar kesehatan mereka tetap baik,” katanya.

Untuk itu, dia berharap, sosialisasi AKB itu dapat dijalankan dengan baik dan benar oleh pihak sekolah, sehingga kesehatan siswa dan guru tetap prima.

“Kita harap pihak sekolah terapkan sosialisasi AKB itu dengan baik. Ya, kalau AKB dijalankan dengan prokes ketat, maka saya yakin siswa dan guru kesehatannya tetap prima dan terhindar dari virus,” pungkasnya. (WAL)

Comment