by

Ramadhan dan Nilai-Nilai Karakter

Ust. Drs. HM. Fathoni, M.Pd
Pengawas Madrasah Kemenag Kota Ambon / Direktur Yayasan Assalam Maluku

Saat ini kita telah berada dipertengahan bulan Ramadhan 1441 H, tentunya dengan harapan segala amal ibadah kita yang telah lakukan dapat diterima dan mendapatkan balasan dari Allah SWT, termasuk dalamnya ibadah puasa. Ibadah Puasa dibulan Ramadhan yang telah diwajibkan oleh Allah SWT kepada ummat Muslim tentunya memiliki tujuan yang agung, sebagaimana perintah lainnya yang termaktub dalam rukun Islam. Begitu juga dengan keberadaan kita dimuka bumi yang telah diciptkan oleh sang Khaliq memiliki visi dan misi yakni salah satunya untuk beribadah dengan benar, membangun hubungan baik sesama ummat manusia.

Puasa Ramadhan yang diwajibkan kepada kita ummat Islam khususnya orang-orang beriman memiliki tujuan yang agung dan mulia, sebagaimana difirmankan dalam Al Qur’an surah Al Baqarah : 183 yang artinya “ Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”. Dalam kontek ayat tersebut menjelaskan tentang tujuan diperintahkan puasa dibulan Ramadhan tidak lain adalah taqwa dan taqwa itu sendiri merupakan hikmah dari pelaksanaan puasa Ramadhan. Taqwa sendiri menurut Imam Nawawi Rahimahullah yakin menjalankan perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun. Ketaqwaan sendiri dalam implemtasinya harus diwjudkan baik secara individu maupun kolektif. Secara individu sebagaimana sabda Rasulullah SAW “ bertaqwalah kepada Allah dimana saja kamu berada” ( H.R Ahmad dan Turmudzi). Sedangkan taqwa diwujudkan secara kolektif ditengah-tengah kehidupan masyarakat sebagaiman firman Allh SWT yang artinya “ Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, karena itu Kami menyiksa mereka disebabkan perbuatan mereka”. ( QS. 7 : 96).

Ayat di atas menekankan kepada kita bahwasanya nilai-nilai taqwa tidak hanya cukup dijalankan secara individual, namun harus juga dijalankan secara kolektif melalui sistem dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Puasa Ramadhan yang tengah kita jalani saat terjadi Pandemi Covid 19 banyak memberikan pelajaran, peringatan, mengingatkan kesadaran kita selama ini banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran baik secara indivudu maupun berkelompok yang bertentangan dengan nilai-nilai ketaqwaan itu sendiri. Bahkan disisi lain banyak kewajiban-kewajiban yang telah ditingagalkan secara personal maupun berkelompok yang semuanya berakibat mendatangkan musibah maupun bencana.

Lantas bagaimana nilai-nilai karakter yang bisa wujudkan ditengah kehidupan masyarakat saat ini baik secara individu maupun kelompok. Pertama, manfaat puasa bagi pendidikan karakter yakni kasih sayang dan kedermawanan. Nilai kasih sayang dan kedermawan dapat diwujudkan dengan menyantuni anak yatim, dhuafa, muallaf, dan saudara-saudara kita yang sedang dilanda musibah berupa tempat tinggalnya habis dilalap sijago merah. Melalui ibadah di bulan Ramadhan selama sebulan inilah diharapkan dapat membekas dan menjadi kebiasaan di luar Ramadhan, sehingga akan tercipta kehidupan yang harmonis. Kedua, manfaat puasa bagi pendidikan karakter yakni kejujuran. Dalam hadist qudsi disebutkan, “Setiap amal keturunan Adam adalah untuknya, kecuali puasa.

Sesungguhnya puasa untuk-Ku dan Akulah (Allah SWT) yang akan membalasnya”. (HR. Bukhari dan Muslim). Ketika seseorang mendirikan shalat, orang lain yang melihatnya dapat menilai apakah shalatnya sempurna, setengah sempurna, atau bahkan sangat jauh sempurna. Sama halnya ketika kita berinfak/sedekah, maka orang lain dapat menilainya seberapa baik kita memberikan sedekah. Begitu juga dengan amal-amal lain yang telah kita lakukan dapat dinilai oleh orang, tetapi berbeda halnya dengan ibadah puasa. Ketiga, ibadah puasa mampu mendidik umat untuk berperilaku luhur dan dapat mengontrol seluruh nafsu, membiasakan berlaku sabar dan tahan uji, mendidik jiwa agar dapat memegang amanah sebaik baiknya, dan menambah rasa syukur kepada Allah SWT atas Rahmat dan Karunia yang telah diberikan kepada kita.

Kemampuan untuk berlaku kasih sayang, dermawan, dapat mengendalikan diri, berlaku sabar, tahan uji dengan penuh kesabaran, dan selalu bersyukur atas nikmat yang diterimanya, merupakan wujud dari karakter manusia yang tangguh. Karakter manusia yang tangguh sangat diperlukan bagi pembangunan bangsa dan negara saat ini. Bangsa yang mempunyai karakter tangguh tercermin pada moral, etika dan budi pekerti yang baik, serta mempunyai semangat, tekad dan energi yang kuat, dengan pikiran positif dan sikap yang optimis, serta dipenuhi rasa persatuan dan kebersamaan yang tinggi (Mohammad Nuh). Kita menyadari kondisi saat ini karakter bangsa Indonesia makin lemah (Suwarsih, 2010); makin banyak gejala penyalahgunaan kewenangan, kekuasaan, kecurangan, kebohongan, ketidakjujuran, ketidakadilan, ketidakpercayaan, dsb. Di saat bangsa ini dilanda Viru covid 19, masyarakat banyak membutuhkan bantuan kesehatan dan ekonomi justru para legislatif tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Penegak hukum yang semestinya harus menegakkan hukum, ternyata harus dihukum; para pendidik yang seharusnya mendidik, malah harus dididik; para pejabat yang seharusnya melayani masyarakat, malah minta dilayani; anak didik kita kurang percaya diri dalam menghadapi setiap persoalan, ini sebagian fenomena yang kita saksikan sehari-hari, dan ini semua bersumber dari karakter.

Puasa jika dilakukan dengan hati yang tulus dan hanya berserah diri pada Allah SWT, akan mampu membendung sifat-sifat ketidakjujuran, ketidaksabaran, ketidakadilan, ketidakbohongan, karena dengan puasa kita dapat mengendalikan diri dari sifat-sifat yang tamak. Hal ini bisa terwujud apabila puasa kita lakukan dengan tawadhu’ dan ikhlas dan hanya mengharapkan ridho Allah SWT semata. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Barang siapa berpuasa karena iman dan hanya mengharapkan ridho Allah SWT semata, maka akan diampuni segala dosanya yang telah lalu”. Jika esensi puasa itu benar-benar disadari dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya di bulan Ramadhan, oleh seluruh umat, insya Allah bangsa ini akan memiliki karakter unggul tidak seperti saat ini.
Semoga Ramadhan tahun 2020 M/1441 H mampu melahirkan generasi-generasi pilihan yang jujur mampu membawa perubahan bangsa kedepan lebih baik, aamiin.(**)

Comment