by

Ramadhan Istimewa Saat Pandemi Covid-19

Syahru Tarbiyah

oleh: Ustadz Arsal Risal Tuasikal
(Ketua Badan Imarah Muslim Maluku ( BIMM)

Ambon, BKA- Kali ini Allah swt memang menakdirkan kita semua berjumpa dengan bulan Ramadhan di tengaj suasana pandemi corona yang mendunia, bukan sebuah kebetulan semata melainkan Allah Jalallah sudah menuliskan hal ini dalam kitab taqdir manusia,.. semuanya #maktub…

Dan terbukti Ramadhan 1441 adalah Ramadhan yang paling spesial dan istimewa. Ramadhan yang akan diingat oleh semua manusia Muslim sepanjang hidupnya diseluruh dunia. Bisa jadi juga Ramadhan 1441 hijriah ini akan membawa perubahan besar dalam pola hidup kaum muslimin sedunia.

Allah swt berfirman dalam surah Ali Imron 54, yang artinya: “
Manusia itu bisa membuat rencana dan Allah membuat rencana. Dan Allah sebaik-baik perencana”.

Dalam konteks kekinian bahwa segala rencana manusia yang urusannya dengan kegiatan keduaniaannya berubah total dalam wabah Covid-19 ini, termasuk juga dalam urusan ibadah yang bergeser menjadi lebih privat serta familia.

IMAM SERENTAK

Salah satu hal yang menarik dalam Ramadhan 1441 Hijriah adalah fatwa untuk lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dalam ibadah, jelas hal ini adalah bagian dari kampanye global social distancing, maka suasana ibadah menjadi jauh berbeda.
Biasanya umat Islam mengandalkan masjid dalam mengorganisir ibadah, khususnya shalat tarawih dan shalat witir. Namun Ramadhan kali ini menjadi beda total.

Kepala keluarga mendapatkan jatah #paksarela menjadi iman shalat di rumah, paksa rela adalah “terpaksa harus rela”. Inilah yang menarik.

Bagi para ayah atau kepala keluarga yang sudah biasa, hal ini mudah dan gampang. Namun bagi banyak ayah yang belum terbiasa hal ini, akan menjadi tantangan baru, pengalaman baru, sebuah upaya ekstra untuk menghapal ulang puluhan surah yang akan dibaca saat menjadi imam. Minimal menghapal ulang Juz 30 agar bisa memimpin shalat berjamaah.

Inilah yang Allah SWT inginkan, dimana pendidikan agama, tauladan dalam beragama dicontohkan langsung oleh sang ayah dan ibu. Bukan yang lain.

Demikian Quran mengatakan kalimat Uswatun hasanah. Contoh yang baik. Bahwa contoh terbaik adalah dengan melihat sebuah perbuatan baik dilakukan.
Surah Al Ahzab 21, yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.

Allah SWT ingin agar anak-anak melihat langsung orang tuanya beribadah dan akan membekas dalam kepala mereka sebagai sebuah spritual experience yang bisa jadi mengubah hidupanya.

Apalagi jika keluarga itu memiliki anak laki-laki dan diberikan kesempatan agar si anak menjadi imam shalat, sebuah kesempatan langka dan bermanfaat yang diperoleh, akan di kenang sepanjang hidup dan menjadi contoh tauladan baginya saat dewasa dimana dirinya akan menjadi kepala keluarga kelak.

Masya Allah, betapa dahsyatnya rencana Allah SWT membuat para imam baru selama Ramadhan 1441 hijriah ini.

Maka Ramadhan ini menjadi sebuah momentum sangat berharga, menjadi pembelajaran bagi semua orang, khusus bagi orang tua, Ramadhan ini adalah sebuah bulan pembelajaran terbaik, belajar untuk menjadi imam bagi para ayah dan anak- anak laki- laki. Bagi para ibu, Ramadhan ini juga sebuah proses transfer ilmu agama didalam rumah. Sebab pendidkan terbaik adalah yang di ajarkan dan dicontohkan orangtua kepada putra putrinya.

Itulah sebabnya orang tua adalah MSI walapun mereka tak menempuh pendidikan formal. Apa itu MSI? Master Segala Ilmu. Dari orang tua jua segalah hal diwariskan, baik genetik maupun habbitual action atau kebiasaan yang terjadi.

Maka Ramadhan sebagai syahru tarbiyah, betul betul meneguhkan posisi ayah dan ibu sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas pendidikan/tarbiyah anak-anaknya di rumah. Sehingga sosok ideal akan disaksikan oleh mereka dalam kehidupan yang membekas dan berpengaruh dalam kehiduapan mereka kelak.

Selamat berpuasa, semoga Allah SWT menerima ibadah puasa kita. Barakallah fiikum. (**)

Comment