by

RBK Minta Kasrul Dicopot

Ambon, BKA- Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Revolusi Beta Kudeta (RBK) menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Maluku, Senin (24/8), meminta agar Gubernur Maluku, Murad Ismail, mencopot Kasrul Selang dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku.

Demo yang dilakukan belasan mahasiswa itu sebagai tindak lanjut video viral aksi joget dan bernyanyi, yang dilakukan Kasrul Selang saat HUT Provinsi Maluku ke 75 tahun di Kantor DPRD Maluku pada 19 September lalu, tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

Koordinator Lapangan (Korlap) demo RBK, Risman Wahab Soulissa, mengatakan, Kasrul yang berjoget ditengah pandemi Covid-19 tidak menunjukkan edukasi yang baik kepada masyarakat Kota Ambon. Sehingga sudah sepatutnya dia dicopot dari jabatannya saat ini.

Selain itu, belasan mahasiswa yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Ambon itu, meminta kepada sejumlah anggota DPRD yang ikut berjoget bersama Kasrul Selang saat HUT Provinsi Maluku itu agar meminta maaf kepda masyarakat Kota Ambon.

“Dua tuntutan inti kami, yakni, Gubernur harus secepatnya copot Sekda, dan anggota DPRD Maluku yang joget juga harus minta maaf. Sebab apa yang mereka lakukan sudah sangat melukai hati masyarakat Maluku, ” tegas Soulissa.

Untuk itu, para pendemo menilai berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan penerapa protokol kesehatan, dinilai sia-sia. Karena pemerintah malah melanggar aturan yang mereka buat sendiri.

Kalau sudah begitu, bagaimana pemerintah bisa berharap kalau masyarakat mau mengikuti protokol kesehatan. Bagaimana masyarakat mau patuh terhadap anjuran pemerintah.

“Mereka yang buat peraturan, mereka sendiri yang melanggarnya. Apa itu tidak sia-sia, ” ujarnya.

Tidak berselang beberapa lama melaksanakan orasi di depan Kantor Gubernur Maluku, para pendemo diminta untuk bertemu langsung dengan Kasrul Selang di ruangannya.

Namun ajakan itu ditolak oleh pendemo. Mereka bertekad untuk terus melakukan aksi sampai tuntutan mereka dipenuhi oleh Gubernur Maluku, yakni, mencopot Kasrul Selang dari jabatannya.

Para pendemo lebih memilih untuk membubarkan diri ketimbang harus bertemu Kasrul Selang diruangannya. “Kita masih mau aksi lanjutan. Besok lusa dan seterusnya, sampai pak sekda dicopot,” pungkas Soulissa.(BKA-1)

 

Comment