by

Rekan Lain FY Siap Sidang

Ambon, BKA- Satu lagi rekan Faradiba Yusuf dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU BNI Cabang Ambon, William Alfred Ferdinandus, tinggal menunggu waktu persidangan di Pengadilan tipikor Ambon.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku, Samy Sapulette, mengungkapkan, saat ini berkas perkara W.A.F tinggal dilengkapi dari sisi administrasi saja, untuk kemudian dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Ambon untuk kepentingan sidang.

“Masih dilengkapi administrasinya untuk dilimpahkan ke pengadilan. Jika memang berkas perkara belum dilimpahkan ke pengadilan, maka tentunya masih ada sebagian berkas dakwaan yang perlu dilengkapi Penuntut Umum,” ungkap Sapulette, kepada Berita Kota Ambon di ruang kerjanya, Selasa (7/7).

Menurut Sapulette, jika berkas perkara tersangka W.A.F dilimpahkan ke pengadilan, maka sudah tujuh orang yang terlibat dalam kasus pembobolan uang BNI Cabang Ambon yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Ambon.

“Kalau nantinya berkas W.A F dilimpahkan ke PN, maka sudah tujuh orang yang telah disidangkan di PN Ambon,” terangnya.

Sebelumnya, Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi, Minggu (28/6), kemarin, mengaku, berkas dakwaan tersangka W.A. F saat ini sedang dilakukan penyusunan dakwaan.

“Setelah tahap II, tentu Penuntut Umum akan menyusun Surat dakwaan untuk dilimpahkan ke pengadilan,” jelas Sapulette.

Selain tengah menyusun berkas dakwaan, Penuntut Umum juga tengah mempersiapkan administrasi pelimpahan berkas perkara tersangka ke Pengadilan Negeri Ambon.

“Jadi selain susun dakwaan, jaksa juga sedang menyiapkan administrasi untuk pelimpahan berkas perkara ini,” ujar Sapulette.

Sapulette mengaku, tersangka disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Jo.Pasal 18 ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang No.31 Tahun 1999 Tentang Tipikor, sebagaimana dirubah dengan UU No.20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo.Pasal 64 ayat (1) KUHP, dan Pasal 3 atau Pasal 5 ayat (1) UU No.8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo.Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam perkara ini, tersangka diketahui melakukan korupsi sebesar Rp19.800.000.000 (sembilan belas milyar delapan ratus juta rupiah), yang merupakan bagian dari total kerugian sebesar Rp 58.950.000.000 (lima puluh delapan milyar sembilan ratus lima puluh juta rupiah), berdasarkan hasil audit BPK RI Nomor : 02/LHP/XXI/02/2020, tanggal 11 Februari 2020.

“Tersangka W.F.F melakukan perbuatan tersebut bersama-sama dengan Faradiba Yusuf, Kristiantus Rumalewang, Andi Yahrizal Yahya, dan Soraya Pelu yang perkaranya saat ini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon,” sebut Sapulette.

Dirinya menambahkan, setelah dilakukan penyerahan tahap II, selanjutnya tersangka ditahan oleh Penuntut Umum dengan jenis penahanan Rutan pada Rutan Polda Maluku selama 20 hari ke depan.

“Jadi mulai hari ini, tersangka sudah ditahan selama 20 hari kedepan. Untuk selanjutnya tim JPU akan menyusun berkas dakwaan tersangka untuk dilimpahkan ke pengadilan demi kepentingan sidang,” tandas Sapulette. (SAD)

Comment