by

Rekonstruksi Insiden Pembunuhan di Malra Akan Digelar

Ambon, BKA- Kasus pembunuhan berdarah yang mengakibatkan empat orang warga meninggal dunia yang dilakukan tujuh tersangka di Desa Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tengggara (Malra), saat ini masih dalam perampungan berkas oleh penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Malra.

Kasat Reskrim Polres Malra, Iptu H. Siompo ketika dikonfirmasi koran ini mengatakan, untuk melengkapi berkas perkara tujuh tersangka itu, penyidik akan melakukan rekonstruksi atas kasus ini, hal ini dilakukan supaya lebih jelas mengetahui sejauh mana peran-peran tersangka dalam insiden ini.

“Kita akan rekonstruksi, supaya lebih dalam lagi penyidik bisa mengetahui seperti apa perbuatan para tersangka dalam perkara ini,” ungkap dia, belum lama ini melalui selulernya.

Dia memastikan, kasus pembunuhan berdarah ini dalam waktu dekat berkasnya sudah dirampungkan selesai. “Muda-mudahan berkasnya secepatnya selesai dirampungkan sehingga proses pelimpahan berkas tahap I ke JPU pun cepat dilakukan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan,Tujuh tersangka yang melakukan pembantaian terhadap empat warga di Desa Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malteng), diancam pasal berlapis.

Tujuh pembantai itu masing-masing, TR alias Tedi (27), YM alias Ucu (39), TS alias Tom (46), WR alias Weli (36), JR alias Yan (30) dan LK alias Lukas (61) serta satu anak dibawah umur yakni GR.

“Jadi penyidik satuan Reserse dan Kriminal sudah mengamankan para pembunuh tersebut, dan setelah dilakukan pemeriksaan termasuk pemeriksaan saksi-saksi, ketujuh orang itu resmi ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kapolres Maluku Tenggara, AKBP, Alfaris Pattiwael ketika di hubungi Berita Kota Ambon melalui selulernya, Kamis (7/5).

Menurut dia, ketujuh tersangka tersebut disangkakan dengan pasal berlapis, yakni pasal 340 jo, 338 jo, 170 jo, 351 jo KUHP dan pasal 56 KUHP serta Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, tentang penggunaan senjata tajam, ancaman pidana maksimal hukuman mati.

“Saat ini enam tersangka sudah diamankan di Rutan Polres Malra, disertai dengan barang buktinya masing-masing, sedangkan untuk satu tersangka tidak ditahan karena masih dibawah umur,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun dari keluarga korban di Desa Faan menuturkan, kejadian itu awalnya lantaran masalah hak warisan dalam satu garis keturunan keluarga Rumangun.

Kronologis awalnya, tujuh tersangka itu datang ke TKP dengan korban HR untuk bertemu korban AS yang bertindak sebagai kuasa hukum. Dan disitu juga ada korban lain yakni ER dan FR. ketika berhadapan, korban HR melarang ketiga korban melakukan aktifitas di lokasi kebun tersebut.

Namun larangan korban HR tidak dihiraukan oleh ketiga korban hingga berujung pada aksi pembacokan yang dilakukan tujuh tersangka. (SAD)

Comment