by

Rektor UKIM Klarifikasi Himbauan Internal UKIM

Ambon, BKA- Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Dr. Jafet Damamain, mengungkapkan, himbauan yang dia keluarkan kepada seluruh civitas kampus itu bersifat internal.

Tujuannya untuk meminta seluruh civitas UKIM agar waspada dan medukung himbauan pemerintah, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona. Tidak bermaksud sedikit pun untuk menyinggung pihak lain dalam himbauan tersebut.

Dalam himbauan itu, Damamain memang menyinggung soal informasi adanya 18 warga Waihaong yang positif corona, sesuai hasil rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, sesuai informasi yang diperoleh melalui media online dan juga secara lisan dari warga.

Namun kenyataannya, informasi itu salah sesuai hasil klarifikasi Lurah Waihaong, yang mengatakan, bahwa informasi tentang hasil rapid test itu tidaklah benar.

“Dengan demikian, Saya menyatakan, bahwa informasi yang saya sampaikan salah dan saya tarik, sekaligus meminta maaf kepada Pemeritah Provinsi (Pemprov) Maluku, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Ibu Lurah dan saudara-saudariku di Waihaong, serta semua pihak yang telah terganggungu dengan himbauan tersebut,” ungkap Damamain, lewat surat klarifikasinya, Rabu (29/4).

Selain itu, Damamaian juga menarik himbauannya melarang mahasiswa UKIM, menggunakan angkutan kota LIN III dan meminta maaf kepada seluruh supir jalur Talake-Terminal Mardika itu.

“Selama ini, UKIM dan LIN III telah menyatu. Saling mendukung dan saling menghidupkan. Supir-supir LIN III telah berjasa mengantar dan menjemput warga kampus. Saya himbauan untuk tidak menggunakan mobil angkutan LIN III, didasarkan atas realitas bahwa mobil angkot ini banyak digunakan oleh warga kampus. Karena itu, untuk sementara saya minta mereka untuk jangan naik angkutan ini dulu. Tetapi ternyata, himbauan ini justru sangat mengganggu. Karena itu, saya tarik dan mohon agar kiranya dimaafkan,” ucap Damamain.

Menurutnya, himbauan internal itu disampaikan, lantaran merasa cemas. Karena masih ada mahasiswa yang datang ke kampus tiap hari untuk melakukan pengurusan. Meskipun kuliah sudah dilakukan di rumah, tapi masih saja ada yang ke kampus.

“Berdasarkan realitas itu, saya berinisiatif untuk melakukan himbauan internal kepada warga kampus, dengan tujuan untuk mencegah penyebaran virus corona. Ternyata, himbauan kepada warga kampus juga tersebar secara luas kepada masyarakat. Karena itu, saya perlu melakukan klarifikasi dan permintaan maaf kepada semua pihak,” bebernya.

Sehingga dia meminta kepada semua civitas kampus, agar dapat menyebarkan surat klarifikasi tersebut, kepada semua masyarakat yang telah merasa terganggu dengan himbauan internal yang telah disebar luaskan itu.

“Mohon agar warga kampus yang telah menyebarkan berita tersebut ke pihak eksternal, membantu menyebarkan klarifikasi dan permintaan maaf ini,” tutup Damamain. (LAM)

Comment