by

Reses, Mainake Bagikan Sembako dan Masker

Ambon, BKA- Selain menjaring aspirasi, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Ambon, Jhon Mainake turut membagikan bantuan sembako serta masker kepada konstituennya yang terdampak pandemi Covid-19. Rangkaian kegiatan ini merupakan agenda reses masa sidang III tahun persidangan 2019-2020.

Ada 5 titik yang dipusatkan untuk menjaring aspirasi sekaligus membagikan bantuan yang ada, diantaranya dusun Tupa (Latuhalat), dusun Anahu (Latuhalat), Amahusu, Benteng dan Seri pada daerah pemilihan (dapil) III Nusaniwe.

Bahkan beberapa titik lainnya akan dilanjutkan hari ini. Dengan total bantuan yang dibagikan sebanyak 1,75 ton beras, 100 kg gula pasir, 1.500 masker serta sedikit bantuan dana untuk beberapa warga melakukan patroli dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Meski dihantui sedikit ketakutan akibat penyebaran virus corona, agenda reses tetap dilakukan dengan sistim door to door (pintu ke pintu). Yakni tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap menjaga jarak (physical distancing) dengan tidak melibatkan orang banyak, mewajibkan penggunaan masker, menghimbau warga untuk selalu mencuci tangan serta tetap berada di rumah jika tidak ada urusan penting atau mendesak.

“Jadi sambil menyerap aspirasi kita kurangi beban masyarakat dengan membagikan bantuan sembako dan masker. Ini sebagai bentuk kepedulian untuk mengurangi beban mereka yang terdampak wabah corona. Karena kondisi saat ini banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan kita,” ungkap Mainake, ketika dihubungi koran ini, Minggu (17/5).

Dari aspirasi yang diserap, kata Mainake, masih ada masyarakat yang mengeluhkan terkait data penerima bantuan sosial. Dimana ada warga miskin baru yang baru belum dimasukan untuk menerima bantuan pemerintah.

Bahkan ada data penerima bantuan dari Pemerintah Pusat lewat Badan Pusat Statistik (BPS) yang sebelumnya tidak dikoordinasikan dengan RT/RW setempat. Sehingga ketika data muncul, banyak kontroversi yang terjadi di masyarakat. Diharapkan perlu ada perbaikan data penerima bantuan oleh pemerintah.

“Banyak warga yang berharap, kalau bisa bantuan ini sampai merata. Karena masih ada warga yang mengeluh soal bantuan. Data yang pemerintah ajukan dari sebelum Covid 19, ini kan sudah bermasalah. Kita sudah suarakan sebelumnya untuk validasi data. Apalagi data yang lewat BPS ini kan tidak pernah dikoordinasi dengan RT-RT setempat. Saat muncul, jadi kontroversi di masyarakat. Ini yang harus dibenahi,” sarannya.

Menurutnya, dari sekian bantuan yang diberikan saat reses, belum menjawab seluruh kebutuhan masyarakat yang ada. Karena masih banyak yang belum tersentuh dan masih menunggu bantuan dari pemerintah.

“Memang kalau dilihat masih kurang. Tapi mereka senang karena merasa beban mereka sedikit berkurang. Akibat wabah ini semua orang kena dampak, khusus dari sisi ekonomi. Maka itu anggaran reses ini kita gunakan untuk kurangi beban mereka. Seluruh hasil reses ini kita akan sampaikan ke pemerintah agar semua masyarakat miskin itu terdata untuk menerima bantuan,” pungkasnya. (UPE)

Comment