by

Reses, Warga Minta KUBE dan Pembangunan Talud

Ambon, BKA- Akibat pandemi Covid-9, banyak masyarakat kehilagan pekerjaan. Selain bantuan sosial, warga juga membutuhkan bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Pemerintah Daerah untuk bertahan hidup.

Hal ini disuarakan sebagian warga yang bermukim di Kelurahan Batumeja, Kelurahan Karpan dan Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau 1.

Aspirasi tersebut disampaikan kepada Anggota DPRD Kota Ambon, Lucky Upulatu Nikyuluw saat melakukan reses masa sidang III tahun persidangan 2019-2020, pada pekan kemarin.

Selain KUBE, warga juga meminta dilakukan pembangunan talud penahan longsor oleh Pemerintah Kota Ambon lewat dinas terkait.

Pasalnya, kota Ambon saat ini telah masuk musim penghujan. Sehingga daerah sekitar rawan longsor, karena berada di ketinggian.

“Selain bantuan KUBE, warga juga minta agar ada pembangunan talud penahan longsor. Karena setiap masuk musim penghujan, daerah tersebut rawan lkngsor, ungkap Nikyuluw, saat dihubungi koran ini, Kamis (21/5).

Politisi PDIP ini mengaku, agak sulit untuk memperjuangkan aspirasi tersebut. Sebab saat ini, seluruh anggaran daerah untuk proyek pembangunan fisik dan lainnya telah dialihkan untuk penanganan pencegahan Covid-19 di kota Ambon.

Namun, aspirasi tersebut akan tetap disampaikann kepada Pemerintah Kota sebagai pertanggungjawaban reses.

“Sejak pandemi Corona di Ambon, seluruh anggaran pembangunan fisik telah dialihkan untuk cegah penyebarannya. Tapi sebagai wakil rakyat, tetap kita tindaklanjuti ke Pemerintah Kota. Karena ini bagian dari reses kita,” tegasnya.

Dalam reses yang dilakukan, Nikyuluw juga memberikan bantuan paket sembako kepada puluhan warga tersebut, yang ditemui secara terpisah.

Diantaranya para janda, warga kurang mampu serta para tokoh agama.

Termasuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan di beberapa lokasi, seperti di sebagian negeri Soya, Skip, Kayu Tiga dan lainnya.

Karena reses kali ini, sengaja dilakukan dengan tidak melibatkan orang banyak. Yakni mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap menjaga jarak atau physical distancing.

“Saya dan tim juga turut bagikan 49 paket sembako dan puluhan masker kepada para janda Jemaat Nazaret. Kemudian tempat cuci tangan, serta satu buah TOA untuk Pelpri Sektor Salem RT 002/01 Amantelu,” tuturnya.

Ia berharap, sedikit bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang terdampak akibat wabah Corona.

“Semoga bantuan yang diberikan, dapat mengurangi sedikit beban hidup mereka,” tutupnya. (UPE)

Comment