by

Residivis Narkoba Dihukum Ringan

Ambon, BKA- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon memvonis ringan Febri Bilga Rimpa alias Ebok alias Ebi (36), dengan penjara selama 5 tahun, pada persidangan yang dipimpin ketua majelis hakin Jenny Tulak Cs, Rabu (9/9).

Hukuman itu lebih ringan empat tahun dibanding tuntutan JPU terhadap terdakwa, yakni, selama 9 tahun penjara.

Dalam amar putusan majelis hakim, terdakwa juga dibebankan membayar Rp 800 juta, subsider 5 bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, sebagaimana diatur dalam pasal 111 ayat (1) UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” sebut ketua majelis hakim dalam amar putusannya.

Sebelumnya, JPU Kejati Maluku, S Aryani, menuntut residivis narkoba Febri Bilga Rimpa alias Ebok alias Ebi,(26), dengan pidana penjara selama 9 Tahun dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (11/8).

Dalam amar tuntutan JPU menyebutkan, Warga Benteng Atas, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, ini terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika, sebagaimana diatur dalam pasal 111 ayat (1) UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain pidana badan, residivis narkoba tersebut juga dibebankan membayar denda sebesar Rp 1 miliar, subsider enam bulan kurungan.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 31 Januari 2020, sekitar pukul 11.30 WIT, bertempat di kantor JNT Jalan Rijali no 19, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Awalnya petugas dari Ditresnarkoba Polda Maluku, masing-masing, Rivano Diky Latuperisa, Feliks Watimena, Andreas Baragain Sahubudin Ubrusan, mendapat informasi dari informan kalau ada yang akan mengkonsumsi narkoba di daerah Benteng, Kecamatan Nusaniwe.

Dari informasi itu, petugas kemudian mendatangi TKP. Karena tidak ada gerak-gerik orang di TKP, mereka kemudian berjalan terus ke daerah Amahusu. Di sana mereka menangkap rekan terdakwa, karena sebelumnya sudah mengantongi ciri-cirinya bernama Robert Latuheru (berkas terpisah).

Dari hasil interogasi, Robert mengatakan kalau mendapat barang bukti berupa dua linting kecil ganja dari rekannya Arnold Pattilatu (berkas terpisah).

Setelah mendengar keterangan Robert, petugas bersama dia melakukan penangkapan terhadap Arnold di depan Planet Wainitu.

Saat diamankan, Arnold kemudian membeberkan kalau mendapat barang bukti itu dengan cara membeli dari terdakwa Febri Rimpa.

Setelah menerima informasi tersebut, petugas bersama Robert dan Arnold mendatangi tempat tinggal terdakwa di Belakang Soya, tepatnya di kantor JNT untuk menangkapnya.

Saat diinterogasi, terdakwa mengaku sudah tiga kali menjual paket narkoba ke Arnold Pattalatu. Setelah mengamankan ketiganya, petugas kemudian membawa mereka ke kantor Dit Resnarkoba Polda Maluku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.(SAD).

Comment