by

Rp 2,1 M Dana BST Bagi Masyarakat SBT Belum Disalurkan

Ambon, BKA- Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dikucurkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial bagi masyarakat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) sebesar Rp 7.641.600.000 bagi 4.381 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), untuk tiga bulan atau tiga tahapan pemberian belum di salurkan.

Proses penyaluran bantuan itu diserahkan sepenuhnya kepada PT Pos Indonesia untuk diberikan kepada masyarakat, sesuai data yang ada. Dengan rincian, setiap KPM akan menerima dana sebesar Rp 600.000 per bulan.

Namun penyaluran dana BST di Kabupaten SBT tidak maksimal dilakukan oleh PT Pos Indonesia selaku juru bayar, khusus untuk Cabang Bula dan Cabang Geser.

Pada penyaluran tahap pertama, ada sebanyak 1.338 KPM belum menerima BST, pada tahap kedua sebanyak 1.315, hal yang sama juga terjadi bagi sebanyak 899 KPM pada penyaluran tahap ketiga. Sehingga total dana BST yang tidak disalurkan PT. Pos Indonesia di Kabupaten SBT sebesar Rp 2.131.200.000.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten SBT, Muhamad Safi Rumain, mengaku, selaku dinas teknis, pihaknya tidak dilibatkan dalam penyaluran dana itu.

Namun pihaknya hanya berusaha membantu untuk menyurati Kementerian Sosial untuk melakukan perpanjangan masa pembayaran. “Soal perpanjangan masa bayar, sebenarnya saya tidak mau surati Kementerian lagi. Ini hanya kita mau bantu saja, padahal salah. Saya heran, masa kita punya hajatan, kita yang surati Pos. Jadi soal penyaluran BST, baik itu masalah di Gorom atau di Wakate, soal pembagian maupun penyaluran, tanya langsung ke Pos saja. Dinsos tidak tahu. Kalau yang itu, kita angkat tangan. Karena mereka tidak lapor apa-apa di kita. Tidak ada laporan, sudah berapa yang disalurkan, siapa-siapa yang belum dapat, tahap pertama berapa yang sudah terima dan sebagainya. Kita tidak dilibatkan,” tandasnya, Senin (3/8).

Kepala PT. Pos Indonesia Cabang Bula, Hengky Lekahena, yang ditemui BeritaKota Ambon, mengungkapkan, untuk delapan kecamatan yang ditangani oleh PT Pos Indonsia Cabang Bula, sudah tujuh kecamatan yang BST-nya sudah disalurkan. Hanya Kecamatan Wakate dengan jumlah 218 KPM yang belum disalurkan, karena dananya sudah diblokir oleh sistem.

“Kalau Kantor Pos cabang Bula, tangani delapan kecamatan, yakni, Bula, Bula Barat, Teluk Waru, Tutuk Tolu, Kian Darat dan Siritaun Wida Timur. Sedangkan untuk wilayah kepulauan Kecamatan Teor dan Kecamatan Watubela Kesui (Wakate), yang belum disalurkan itu hanya Kecamatan Wakate, karena awalnya Wakate ini diusulkan untuk masuk pembagian klaster tiga. Hanya pada saat kami buka, tenyata sudah diblokir,” jelas Hengky.

Terkait 218 KPM di Wakate yang belum menerima BST, pihaknya sudah menyurati Dinas Sosial untuk menyurati Kementerian Sosial agar memperpanjang masa bayar dan membuka kembali blokir untuk Kecamatan Wakate.

“Terhadap kondisi ini, kami sudah menyurati pihak Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti ke Kementerian Sosial untuk perpanjangan masa bayar, dan dibuka blokir untuk Kecamatan Wakate. Jika sistem sudah terbuka dan masa bayar sudah diperpanjang, kami akan melakukan pembayaran,” tuturnya

Selain itu, ada sejumlah KPM di Desa Banggoi Pancoran, Kecamatan Bula Barat, juga belum menerima tahap pertama. Begitu juga dengan dua kecamatan yang di tangani PT. Pos Indonesia Cabang Geser, yakni, Kecamatan Kilimuri dan Kecamatan Seram Timur, terdapat dua ratus lebih KPM yang belum menerima dana BST.(LAN)

Comment