by

Rp 500 Miliar Uang Lusuh Dimusnahkan

Jakarta, BKA- Pada semester I tahun 2020, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Maluku melakukan pemusnahan Rp 500 miliar uang lusuh yang sudah tidak layar edar.

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Teguh Triyono, mengungkapkan, untuk periode Semester I Tahun 2020, Bank Indonesia telah mengeluarkan uang pecahan besar sebanyak 1,2 triliun. Sedangkan uang pecahan kecilnya Rp 112 miliar.

“Untuk menuhi kebutuhan masyarakat melalui perbankan selama pandemik ini, Bank Indonesia tidak melayani penukaran atau kas keliling. Hanya penyaluran uang melalui perbankan, baik secara langsung maupun lewat kas titipan,” kata Teguh, kepada wartawan diruang kerjanya, Kamis(16/7).

Sementara uang yang masuk ke Bank Indonesia berjumlah Rp 1,9 triliun untuk uang pecahan besar, sedangkan uang pecahan kecil Rp 171 miliar.

“Kami harapkan, uang yang masuk harus lebih banyak dari yang keluar. Secara siklus, awal tahun memang banyak yang melakukan penarikan uang. Tapi akhir tahun, kembali masuk ke kami. Selain itu, sebagian besar uang yang masuk merupakan uang yang sudah tidak layak edar. Sehingga total pemusnahan uang selama Semester I Tahuun 2020 ini sebesar Rp 500 miliar,” sebutnya.

Terkait laporan peredaran uang palsu, kata Teguh, pihaknya sampai saat ini masih belum menerima laporan, baik dari pihak Kepolisian maupun perbankan, tentang temuan uang palsu di daerah ini.

“Sejak ditetapkan sebagai bencana nasional non alam dalam arti pandemik Covid ini, Bank Indonesia sudah mengambil kebijakan, bahwa menghentikan sementara permintaan klarifikasi terkait uang palsu, baik dari Kepolisian, perbankan maupun masyarakat. Tapi per tanggal 15 Juli 2020, kami sudah diperbolehkan menerima pengaduan uang palsu, tapi tetap menerapkan protokoler kesehatan. Namun sampai dengan saat ini, belum ada. Diharapkan, melalui edukasi yang kita lakukan, bisa membantu masyarakat agar terhindar dari uang palsu,” tutupnya. (KJH)

Comment