by

RSUD Haulussy Jadi Rujukan Calkada

Ambon, BKA- Selain menangani pasien Covid-19, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Haulussy telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan bagi para calon kepala daerah (Calkada), guna melakukan tes Pemeriksaan Kesehatan jelang Pilkada serentak 2020.

Rujukan ini ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku, bagi empat kabupaten di Maluku yang menggelar Pilkada serentak pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Diantaranya, kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kepulauan Aru, Buru Selatan (Bursel) dan Seram Bagian Timur (SBT). Penunjukan ini demi menjaga netralitas hasil tes kesehatan para kandidat Pilkada 2020.

“Sebagai salah satu syarat dari calon kandidat, harus sehat jasmani. Sehingga untuk memastikan calon itu sehat jasmani, melakukan tes kesehatan harus ditunjuk RS sesuai dengan tipenya. Maka ditunjuk RSUD Haulussy Kudamati Ambon sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan para calon kandidat,” ungkap Ketua KPU Maluku, Samsul Rifan Kubangun, kepada wartawan, Senin (24/8).

Kubangun menilai, alasan dipilihnya RSUD Hulussy karena sesuai informasi KPU di empat kabupaten tersebut. Bahwa belum ada ruma sakit yang memenuhi standar tipe. Sehingga lewat koordinasi KPU Maluku dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Maluku dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Maluku serta Himpunan Psikologi Indonesia (Hipsi) Maluku untuk kemudian berkoordinasi dengan pihak rumah sakit tersebut, akhirnya menunjuk RSUD Haulusy sebagai lokasi periksaan kesehatan bagi para Calkada.

Dikarenakan, fasilitas yang dimiliki RSUD Haulussy ini memiliki tenaga dan peralatan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Nantinya untuk waktu atau jadwal pemeriksaan, dari KPU kabupaten yang menentukan kapan dilakukan pemeriksaan bagi Calkada. Besok (hari ini) kita dari KPU Provinsi melakukan penandatanganan MoU dengan RSUD Haulussy dengan empat kabupaten yang melaksanakan Pilkada sebagai langkah awal pentahapan kesehatan,” terang dia.

Kubangun menyebutkan, untuk waktu pemeriksaan kesehatan akan ditentukan KPU kabupaten masing-masing yang akan disesuaikan dengan jadwal penerbangan pesawat.

Misalnya seperti kendala yang dihadapi Kabupaten MBD dan Aru yang hanya memiliki satu kali jadwal penerbangan. Sehingga waktu pemeriksaan kesehatan harus disesuaikan dengan jadwal penerbangan.

Hal ini dimkasud agar, waktu pendaftaran calon kandidat di KPU pada tanggal 4-5 September 2020, semua persyaratan sudah harus dilengkapi. Termasuk hasil pemeriksaan yang sudah harus disiapkan sebelum tanggal 7 September 2020.

“Mereka sebelumnya sudah harus memeriksa kesehatan. Karena bagian dari persyaratan yang harus dipenuhi setiap pasangan calon. Dari hasil itu nantinya bagian dari yang ditetapkan pada tanggal 23 September, apakah mereka nanti memenuhi syarat pencalonan atau tidak,” pungkas Kubangun. (RHM).

Comment