by

RSUD Tutup, Dokter dan Perawat Diisolasi

Penangan Pasien Covid-19 Dialihkan ke RSUP

Ambon, BKA- Penanganan pasien yang berstatus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Maluku, akan dialihkan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. J. Leimena, Ambon.

Pengalihan penanganan pasien Covid-19 ke RSUP dilakukan, setelah penutupan sementara terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Haulussy Ambon, untuk 14 hari kedepan.

Penutupan RSUD tersebut dilakukan setelah adanya sejumlah perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19, yang ditularkan oleh salah satu pasien.

Akibatnya, seluruh tim medis di rumah sakit itu, baik perawat maupun dokter, harus diisolasi untuk sementara. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang, didepan kantor Gubernur Maluku, Minggu (12/5).

Untuk itu, Kasrul memastikan, pekan depan, 29 pasien Covid-19 akan langsung dibawah ke RSUP. “RSUP Leimenna nanti untuk pasien covid,” jelasnya.

RSUP mempunyai 250 kamar. Tapi yang akan dipakai untuk untuk menangani pasien Covid-19, hanya 200 kamar. “Kita target, hari Senin sudah bisa (dialihkan). Jadi sebenarnya sudah siap, cuma yang namanya gedung yang besar itu belum dipakai. Kamarnya 250 kamar, yang disiapkan untuk Covid-19 ada 200 kamar,” tuturnya.

Untuk penangan pasien Covid-19 di RSUP, katanya, akan berasal dari tim medis dari beberapa rumah sakit yang ada di Kota Ambon.

Tapi bila tim medis yang dipersiapkan kurang dan dibutuhkan tambahan, lanjutnya, maka akan dilakukan permintaan pada Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Nasional.

“Tenaga medisnya dari kita, dari beberapa rumah sakit yang ada. Tadi sudah inventarisir. Kalau kurang, kita minta pada Gugus Tugas Nasional, kebetulan ada relawan-relawan dokter, dokter ahli, perawat. Kapan kita butuh, kita minta,” ujarnya.

Menurutnya, pasca pegawai rumah sakit di RSUD Haullussy diisolasi, sangat berpengaruh bagi tim medis yang merawat pasien Covid-19. Sehingga tim Gugus Tugas Provinsi Maluku bekerja sama dengan tim Gugus Tugas Nasional.

“Kebetulan beliau, pak Rohim, dari Gugus Tugas Nasional yang akan menjadi mediator kita dengan nasional. Jadi apa yang kita butuh, bisa cepat direspon. Tentunya RSUD ditutup berpengaruh juga, tenaga-tenaga medis dan dokter semua isolasi,” tukasnya.

Untuk itu, Kasrul sangat berterima kasih kepada masyarakat Rumahtiga, karena memperolehkan pihak Gugus Tugas menampung dan merawat pasien Covid-19 di RSUP.

“Kami begitu berterima kasih terhadap seluruh masyarakat di Rumahtiga. Mereka siap menerima pasien Covid dirawat di RSUP. Mereka tidak keberatan, kita memanfaatkan RSUP Leimenna sebagai rumah sakit khusus pasien Covid,” pungkasnya.(BKA-1)

Comment