by

RSUP Resmi Beroperasi Tangani Pasien Covid-19

Ambon, BKA- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. J. Leimena resmi beroperasi melayani pasien Covid-19, yang terkonfirmasi positif lewat PCR, Rabu (27/5).

“Kita hari ini melihat RSUP dr. J. Leimena, sudah mulai untuk operasional hari ini. Untuk sementara, rumah sakit ini dikhususkan buat pasien-pasien Covid yang sudah terkonfirmasi hasil PCR,” jelas Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang.

Walau telah resmi beroperasi, namun RSUP Leimena belum dapat melayani pasien umum. “Apabila semua tenaga kesehatan sudah lengkap, baru kita operasionalkan untuk pasien umum. Fasilitas RSUP ini semua lengkap, mulai dari laboratorium, radiologi, ICU, dan lain-lain,” katanya.

Untuk itu, Kasrul yang juga merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama (Dirut) RSUP Leimena, karena telah mengijinkan penanganan pasien Covid-19.

Hal tersebut dirasakan penting, katanya, karena makin terbatasnya jumlah kamar rumah sakit rujukan bagi penanganan pasien Covid-19, yang jumlahnya terus bertambah setiap hari.

Untuk saat ini, jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi Maluku sudah tembus angka 188 orang.

Terkait pengoperasian RSUP untuk melayani pasien Covid-19, mendapat respon positif dari salah satu Anggota DPRD Provinsi Maluku, Edison Sarimanela.

“Saya kira dengan penempatan RSUP dr Johanes Leimena sebagai rumah sakit yang khusus penanganan pasien Covid-19, sangat tepat. Semua pasien Covid harus difokuskan pada satu tempat,” katanya.

Menurutnya, sejak awal, DPRD Maluku telah mengusulkan ke pemerintah melalui tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Maluku, kalau harus ada rumah sakit khusus di Kota Ambon untuk penanganan pasien corona, baik itu RS swasta maupun pemerintah. Yang penting memenuhi standar yang ada.

Namun usulan itu, hari ini baru terjawab dengan ditetapkan RSUP sebagai rumah sakit penanganan pasien Covid-19. Baginya upaya tersebut sangat tepat, karena dari sisi kesehatan, harusnya ada rumah sakit khusus yang tidak boleh dicampur antara pasien umum dan pasien Covid-19.

Dia mencontohkan RSUD Haulussy yang menangani pasien umum dan pasien Covid. Meski penyediaan ruangan berbeda, namun secara sikologi sangat mengganggu. Apalagi keluarga dari pasien umum yang datang, rasa kenyamanan tidak ada.

Dengan penetapan RSUP sebagai rumah sakit yang khusus menangani pasien Covid-19, maka RSUD Haulussy harus difokuskan untuk melayani pasien umum.

“RSUD Haulussy harus fokus untuk melayani pasien umum saja. Biar lebih terkonsentrasi. Kami juga minta pasien agar terbuka dengan penyakitnya. Karena kebanyakan ini yang menjadi problem dan yang disayangkan adalah para medis,” pungkasnya. (BKA-1/RHM)

Comment