by

Rupiah Keok ke Posisi Rp14.450 Karena Resesi Singapura

Jakarta, BKA- Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.450 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (14/7) sore. Mata uang Garuda terkoreksi 0,17 persen dibandingkan perdagangan kemarin sore di level Rp14.425 per dolar AS.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.512 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi kemarin, yakni Rp14.486 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura tercatat minus 0,24 persen, dolar Taiwan 0,11 persen, won Korea Selatan 0,43 persen, peso Filipina 0,19 persen, rupee India 0,31 persen dan ringgit Malaysia 0,16 persen.

Lihat juga: IHSG Ditutup Hijau 5.079 Berkat 179 Saham
Sedangkan mata uang di negara maju masih bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris terkoreksi 0,25 persen, dolar Kanada 0,14 persen. Sebaliknya, dolar Australia menguat 0,04 persen dan franc Swiss 0,2 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi oleh data ekonomi Singapura yang memburuk. Negara itu resmi masuk ke jurang resesi karena pertumbuhan ekonominya minus selama dua kuartal berturut-turut.

Ekonomi Singapura pada kuartal II 2020 tercatat turun hingga 41,2 persen. Sementara, ekonomi Singapura pada kuartal I 2020 minus 0,7 persen.

“Data pertumbuhan ekonomi Singapura sangat di luar dugaan. Turun cukup dalam. Ini tentu memberikan sentimen negatif ke pasar,” ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Lihat juga: Daftar Perusahaan Global yang Bakal Bangkrut karena Corona
Di samping itu, mayoritas investor juga masih khawatir dengan jumlah penularan kasus virus corona yang kian meningkat setiap harinya. Hal itu berpotensi menahan laju pemulihan ekonomi global.

“Kekhawatiran ini memberikan sentimen negatif dan tekanan ke aset berisiko termasuk rupiah,” terang Ariston.

Sebagai informasi, kasus positif corona di Indonesia sudah tembus 76.981 kasus per Senin (13/7). Dari jumlah tersebut, sebanyak 36.689 orang sudah sembuh dan 3.656 orang meninggal dunia. (INT)

ketengan gambar : Wapres Ma’ruf Amin menyatakan stimulus Rp695 triliun belum menjamin ekonomi RI lepas dari tekanan corona. CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi).

Ma’ruf Amin Tak Jamin Dana Rp695 T Pulihkan Ekonomi RI

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan dana stimulus Rp695 triliun yang dikucurkan pemerintah untuk memulihkan ekonomi dalam negeri dari tekanan virus corona (Covid-19) belum menjadi jaminan bagi pertumbuhan RI.
Hal itu ia utarakan saat memberikan pidato dalam acara ‘Dialog Lintas Iman’ yang dihadiri para pemuka agama secara daring, Selasa (14/7).

“Totalnya saat ini mencapai Rp 695 Trilyun, bukan berarti itu sudah menjamin pulihnya kondisi ekonomi dan sosial masyarakat,” kata Ma’ruf.

Lihat juga: Jalan Panjang Freddy Widjaja Mengejar Warisan Eka Tjipta
Ma’ruf menjelaskan dana itu dialokasikan pemerintah untuk berbagai penanganan corona, seperti menyediakan fasilitas kesehatan, bantuan sosial, dan stimulus bagi dunia usaha.

Meski belum menjamin, Ma’ruf meyakini upaya pemerintah itu tidak akan sia-sia. Ia memprediksi ekonomi di dalam negeri bisa bangkit lagi dari tekanan virus corona.

Perbaikan katanya, akan terjadi mulai kuartal III 2020. Perbaikan terjadi setelah ekonomi dalam negeri mengalami kontraksi pada kuartal II .

“(Perbaikan) akan berlanjut pada kuartal berikutnya,” kata dia.

Ma’ruf mengatakan agar itu bisa tercipta pemerintah mulai menerapkan adaptasi kebiasaan baru (new normal) dengan diiringi dengan upaya pengendalian penularan Covid-19.

Ia menyatakan langkah itu diambil karena angka penularan corona di beberapa daerah Tanah Air sudah menunjukkan penurunan.

“Langkah ini ditempuh dengan maksud agar penyebaran virus tetap terkendali dan ditekan, tetapi kehidupan ekonomi tidak makin terpuruk,” kata dia. (INT)

Comment