by

Sampah Sampel Rapid Test Dibuang Sembarangan

Ambon, BKA- Sampah yang diduga sampel rapid test, dibuang secara sembarangan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di sekitar rumah warga.

Sampah tersebut dibuang disekitar salah satu rumah warga RT 13, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku (Malteng), Ace Aliwela.

“Waktu saya mau keluar mengumpulkan sampah memakai kayu untuk dibakar, alat itu sudah tercecer. Ada tiga dos, orange, hijau dan biru. Dosnya saya baca, rapid test, mono test, ” kata Ace, Rabu (27/5).

Setelah membaca dos yang bertuliskan alat rapid test, Ace langsung melaporkan hal tersebut kepada Ketua RT 13 Desa Suli, agar melihat melihat langsung sampah bekas rapid test itu.

Sesudah dari ketua RT, Ace diarahkan untuk melapor kepihak Puskesmas Suli. Namun pihak Puskesmas menolak bertanggung jawab, karena sampah itu bukan milik mereka.

“Saya lapor ke Puskesmas Suli. Disana mereka katakan, kalau sampah itu bukan punya Puskesmas. Saya bilang, iya memang bukan punya kalian. Tapi tolong pergi lihat sampah itu dulu,” jelasnya.

Ace bersikeras agar pihak Puskesmas Suli untuk melakukan pengecekan sampah itu karena khawatir. Jangan sampai berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Kami selaku masyarakat tidak mengerti. Makanya, saya meminta pihak Puskesmas turun. Karena ketika saya mengorek sampah itu dengan kayu, terdapat gelas-gelas yang isinya lendir itu sudah tercecer. Didalam gelas itu ada juga bercak dara,” tuturnya.

Lanjut Ace, laporan penemuan sampah bekas alat rapid test itu juga disampaikan kepihak Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan (GTPP) Covid-19 Provinsi Maluku, yang langsung mengamankan sampah itu dari lingkungan masyarakat dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Sekitar pukul 11.00 WIT, pihak Gugus Provinsi tiba disini untuk mengambil alat-alat atau sampah itu,” ungkapnya.

Untuk itu, Ace sangat menyesalkan ada pihak yang tega membuang sampah milik mereka secara sembarangan, apalagi di sekitar rumah warga.

“Mungkin mereka lewat, langsung dilempar. Mau dari dinas mana lagi kalau bukan Dinas Kesehatan. Mereka tidak punya kesadaran. Dan dari dinas kesehatan yang harus bisa bertanggung jawab,” cetusnya.

Dia berharap, kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Karena sengaja atau tidak sengaja, hal ini bisa saja membahayakan warga.

“Kita masyarakat inikan sudah ikuti anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah. Tapi kalau seperti itu, bagaimana. Kami hanya ingin yang terbaiklah,” imbuhnya

Pantauan BeritaKota Ambon (BKA) dilokasi kejadian, selain GTTP Covid-19 Maluku, juga terlihat pihak Puskesmas Suli dan sejumlah aparat kepolisian.(BKA-1)

Comment