by

Satgas Covid-19 Dinilai Keliru Jalankan Prokes

Ambon, BKA- Belakangan ini, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon sementara disoroti publik pasca membubarkan masyarakat yang sementara berolahraga di lapangan Merdeka. DPRD Kota Ambon bahkan menilai, Satgas Covid-19 keliru dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Anggota DPRD Kota Ambon, Julius Toisuta menilai, aturan yang diambil Satgas Covid-19 Kota Ambon dengan membubarkan masyarakat yang sementera berolahraga adalah keliru. Menurut dia, harus penegakkan protokol kesehatan dipusatkan di kawasan pasar Mardika, mall dan tempat keraimaian lainnya.
Sebab, dengan kondisi seperti ini, masyarakat membutuhkan olahraga yang cukup untuk meningkatkan imun atau daya tahan tubuh.

“Buat saya olahraga itu tidak masalah. Malahan olahraga itu sebenarnya tidak boleh memakai masker karena membutuhkan O2 (oksigen) pada saat berolahraga. Kalau mereka yang sementara menaikan imum tubuh lalu dibubarkan, itu keliru. Seharusnya kawasan pasar, mall dan tempat keramaian lain yang harus ditertibkan,” tandas Toisuta, kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Jumat (20/11).

Politisi Demokrat ini mengaku, Pemerintah Kota lewat Satgas Covid-19 perlu melakukan evaluasi sebelum melakukan penegakan prokes di lapangan. Sebab, dengan operasi Yustisi dan penegakan lainnya yang difokuskan di jalan-jalan atau pusat kota, justru belum tepat sasaran. Sementara beberapa lokasi yang merupakan pusat keramaian tidak diperketat pengawasan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Dikatakan, dengan kondisi Ambon dalam zona orange, maka semangat kerja Satgas Covid-19 harus tetap terjaga. Yang mana perlu melihat kembali situasi dan kondisi Ambon saat ini yang sebenarnya masih mengancam terkait penyebaran Covid-19.

“Kita cuma minta Pemkot kalau bisa mengevaluasi kemudian menekan supaya zona ini bisa bisa turun sampai zona hijau. Tapi Pemerintah keliru kalau melarang orang untuk olahraga, dan petugas lapangan juga harus tahu,” tegasnya.

Pantauan koran ini, Satgas Covid-19 Kota Ambon sebelumnya menggunakan dua unit mobil milik Pemkot untuk membubarkan masyarakat yang sementara berolahraga di lapangan Merdeka Ambon. Termasuk sejumlah warga yang sementara berjualan di sekitaran lapangan itu.

Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19, Richard Luhukay yang ditemui menilai, waktu berolahraga yang baik itu pada pukul 06.00 sampai 18.00 WIT.
“Karena begini, kalau sampai malam itu berarti, aktifitas warga Kota ini kita tidak bisa kendalikan,” sebut tuturnya, kepada wartawan.

Dia mengaku, dengan pembubaran tersebut masyarakat bisa mengerti apa yang dilakukan tim Satgas. Karena upaya yang dijalankan, untuk kebaikan bersama agar tidak terjadi penularan Covid-19. Sebab, ketika seseorang selesai aktivitas berolahraga di tempat umu, tidak menggunakan masker.

“Intinya, kami melakukan penertiban pada waktu 18.00 itu, untuk menghindari kerumunan dan kita mengendalikan aktivitas-aktivitas masyarakat,” jawabnya.
Dia juga menyarankan, agar ketika melakukan aktivitas berolahraga ditempat umum harus membawa masker untuk dipakai setelah berolahraga.
“Kalau tidak mau bawa masker lebih olaraga dirumah saja. Sengaja menghentikan aktivitas itu, karena lokasi itu juga bagian tanggung jawab Pemerintah Kota Ambon,” sebut dia.

Apalagi, lanjut dia, Kota Ambon, masih berada dalam zona orange penyebaran Covid-19. Dan pihaknya takut Ambon akan kembali masuk dalam zona merah. Sehingga pihaknya selalu berupaya untuk menekan penyebaran Covid-19. (UPE/BKA-1)’

Comment