by

Satu ABK Astri Jaya Masih Dalam Pencarian

Ambon, BKA- Berjumlah lima orang personel dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, dibantu ABK KM Astri Jaya 02, dikerahkan ke lokasi laut Aru untuk melakukan pencarian terhadap Rizal (25), ABK kapal KM Astri Jaya 02 yang terjatuh di Laut Aru, Sabtu (4/7) kemarin.

Kepala Basarnas Kota Ambon, Muslimin yang duhubungi melalui Berita Kota Ambon melalui selulernya, Minggu (5/7), mengungkapkan, sampai kini ABK tersebut belum ditemukan, sehingga tim dari Basarnas Ambon sudah dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan.

“Tim sudah berangkat dari siang tadi, (Senin-red), mereka semua berjumlah lima orang dibantu 2 orang ABK kapal KM Astri Jaya 02 sendiri,” jelas Muslimin melalui sambungan selulernya, Minggu sore.

Kata dia, informasi hilangnya ABK Kapal Astri Jaya 02 atau kapal penangkap ikan itu, sudah disampaikan ke petugas Dit Poloairud Polda Maluku dan beberapa petugas terkaiat lainnya. Sehingga kepastian petugas Dit Polairud melakukan pencarian terhadap Kapal dimaksud dirinya belum menerima informasi.

“Kalau instansi terkait saya sudah infokan, termasuk bagian Poloairud Polda Maluku, namun saya belum tahu pasti kalau mereka sudah ke TKP untuk melakukan pencarian atau belum,” tandas Muslimin.

Sebelumnya informasi yang diterima dari Basarnas Kota Ambon, menyebutkan, ABK KM. Astri Jaya 02 hilang terjatuh itu bernama Rizal, umur 25 tahun, dari Sinjai, Sulawesi Selatan.

Kepala Basarnas Kota Ambon, Muslimin, mengatakan, informasi kecelakaan pelayaran ini, baru mereka terima dari Nahkoda KM. Astri Jaya 02, yang bernama Risal, Minggu (05/07), pagi.

Peristiwa ini, awalnya, kapal dalam posisi kembali ke pangkalan Ambon setelah melakukan operasi penangkapan ikan di sekitar laut Aru pada pada hari Sabtu,(4/7), sekitar pukul 19.00 WIT. Korban saat itu mengambil alih kemudi kapal.

Pada sekitar jam 22.00 WIT, seluruh ABK, termasuk nakhoda dalam keadaan tertidur. Pada jam 24.00 WIT, Nakhoda terbangun dan mendapatkan korban masih berada diatas kapal.

Pada jam 01.30 WIT, Nakhoda terbangun lagi dan mendapatkan korban sudah tidak berada diatas kapal, diperkirakan terjatuh ke laut.

Nakhoda langsung mengambil langkah untuk mencari korban sekitar 1 jam ke arah diperkirakan jatuhnya korban,namun tak ditemukan jejak korban.

Selanjutnya Nakhoda memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan pulang ke pangkalan Ambon, dan tiba di PPN Ambon pada hari Minggu (5/7) pukul 06.30 WIT.

Penyebab jatuhnya korban ke laut diperkirakan karena terpeleset saat mencoba memperbaiki lampu yang rusak pada tiang buritan kapal. (SAD)

Comment