by

SD Teologi Bebaskan Biaya Sekolah

Ambon, BKA- SD Teologi Kristen Suli membebaskan biaya operasional sekolah bagi seluruh siswa.

Menurut Kepala SD Teologi Kristen Suli, Sintdje Ratila, kebijakan tersebut sejalan dengan misi sekolah, yakni, membantu dan mempermudah siswa yang ingin sekolah walau ekonomi lemah.

“Jadi semua siswa yang sekolah di sini, tidak dipungut biaya apapun. Bahkan, kita juga siapkan tempat tinggal bagi siswa. Ini kita lakukan, karena memang misi sekolah seperti itu. Hadir untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak bangsa yang kurang mampu,” ujar Ratila, Rabu (17/6).

Pembebasan biaya sekolah bukan untuk menunjukan kehebatan, tapi sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan bagi generasi bangsa yang kurang mampu, agar mereka bisa mendapatkan hak yang sama, yakni, menuntut ilmu dan pendidikan.

“Itu untuk membantu orangtua yang kurang mampu. Jadi bukan untuk menonjolkan sekolah. Sebagai lembaga pendidikan, kita harus mengerti kesulitan orangtua yang mencari uang. Apalagi di tengah Covid-19 saat ini,” ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, sebagian siswa pada SD tersebut berasal keluarga tidak mampu. Namun hal itu tidak memberikan dampak negatif bagi sekolah, justru mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar.

Buktinya, pada Penerimaan Pesrta Didik Baru (PPD) yang sudah dibuka sejak 10 Juni lalu itu, sudah ada 20 siswa baru yang mendaftar.

“Dan itu kebanyakan dari latar belakang tidak mampu. Ini membuktikan, bahwa masih banyak anak-anak bangsa yang ingin dibantu dalam menempuh pendidikan. Sebab di tahun kemarin, kita hanya memiliki 10 siswa. Tapi sekarang justru lebih banyak. Itu disebabkan karena kita berikan jaminan kepada orangtua, kalau anaknya masuk di sekolah ini, tidak dipungut biaya apapun. Semuanya bebas, termasuk pakaian seragam juga. Nanti sekolah beli,” terangnya.

Lanjutnya, apapun yang dilakukan SD Teologi Kristen itu seyogyanya dapat menjadi catatan penting bagi pemerintah, agar tetap memperhatikan anak-anak bangsa, khususnya yang kurang mampu.

“Yang mesti dipentingkan adalah belajar, bukan biaya sekolah. Karena itu, kalau ada siswa kurang mampu yang ingin sekolah, kalau bisa kita ambil kebijakan untuk melihat mereka. Supaya mereka juga bisa belajar seperti anak-anak lainnya,” tandas Ratila. (LAM)

Comment