by

Sejumlah Karyawan Akan Dapat Bansos

Ambon BKA- Pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi yang dilaksanakan sejak tanggal 20 Juli hingga 2 Agustus 2020 nanti, sejumlah karyawan toko, counter dan sejenisnya akan memperoleh bantuan sosial (Bansos) dari Pemerintah Kota Ambon.

Sejumlah karyawan tersebut merupakan karyawan yang tempat usahanya dilarang beroperasi atau ditutup selama penerapan PSBB tahap I dan II di Kota Ambon.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, dengan adanya PSBB Transisi sudah ada kelonggaran terhadap pembatasan yang dilakukan Pemerintah Kota. Dan pelaku usaha sudah dapat beraktivitas maupun beroperasi seperti sebelumnya. Hanya saja, waktu operasionalnya tetap ditentukan oleh Pemerintah Kota.

Namun, tak semua pelaku usaha dapat beroperasi di masa PSBB Transisi. Yakni usaha-usaha yang bersentuhan langsung dengan masyarakat masih dilarang beroperasi. Diantaranya, salon, barbershop, gym atau tempat fitnes hingga panti pijat. Dikarenakan usaha tersebut memungkinkan masyarakat bersentuhan langsung tanpa jaga jarak.

“Untuk jenis usaha yang bersinggungan langsung salon, pijat, gym, barbershop itu ditutup dulu,” terang Louhenapessy, kepada awak media, Selasa (21/7).

Dengan dilarang beroperasi, Pemerintah Kota akan memberikan keringanan kepada karyawan pada jenis usaha tersebut dimana pelaku usaha dapat mendaftarkan karyawannya untuk memperoleh bantuan sosial.

Pelaku usaha yang mendaftarkan karyawannya kepada Pemerintah Kota akan diverifikasi oleh tim sebelum nantinya diberikan bantuan sosial tersebut.

“Dia punya pegawai yang belum dapat sembako bisa didaftarkan lalu, kita akan verifikasi lagi. Lalu kita bantu untuk sembako,” tukasnya.

Politisi Golkar ini berharap, para pelaku usaha dapat mendaftarkan karyawannya sehingga dapat terbantu saat tidak melakukan pekerjaannya seperti biasa di masa pandemi Covid-19. (DHT).

Comment