by

Sekkot Bantah Anggaran Corona Rp200 M

Ambon, BKA- Rumor penggunaan anggaran Covid-19 untuk kota Ambon yang telah terpakai senilai Rp 200 miliar, dibantah Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Antony Gustav Latuheru. Menurutnya, anggaran Covid-19 yang telah terpakai mencapai Rp 39,1 miliar per tanggal 5 September 2020.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Ambon ini mengaku, seluruh anggaran Covid-19 ada pada pos anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT). Yakni pasca pandemi, BTT Kota Ambon hanya mencapai Rp 5 miliar.

Sehingga sesuai instruksi Permendagri, Pemerintah Kota Ambon melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Dan dari hasil refocusing tersebut, anggaran yang dihasilkan mencapai Rp 187.687.880.104 dan ditampung di BTT. Sehingga total BTT kota Ambon secara keseluruhan mencapai Rp 192.687.880.104.

Akan tetapi, lanjut Latuheru, BTT senilai Rp 192 miliar lebih itu, tidak seluruhnya digunakan untuk penanganan Covid-19 di Kota Ambon. Sebab, anggaran penanganan Covid-19 telah disiapkan sebesar Rp 46,9 miliar dari total anggaran BTT tersebut. Sehingga masih tersisa sekitar Rp 146 miliar lebih pada pos anggaran BTT.

Dan sesuai hasil laporan yang disampaikan Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kota Ambon, anggaran Covid-19 yang telah terpakai per tanggal 5 September 2020 sebesar Rp 39,1 miliar dari total anggaran Rp 46,9 miliar itu.

“Begini, semula kita punya BTT itu 5 miliar. Hasil refocusing itu kemudian sekitar 100 miliar lebih, itu ditambah dengan 5 miliar tadi, jadinya sekitar 192 miliar lebih. Tapi tidak semua itu dimanfaatkan untuk dana Covid. Kita punya dana Covid itu hanya 46 miliar lebih. Sisanya masih ada di BTT.

Katakanlah pandemi Covid ini bertahan sampai Desember, dan kalau anggaran sudah tidak mencukupi maka diambil dari BTT itu. Jadi tidak ada anggaran Covid 200 miliar,” bantah Latuheru, kepada wartawan, di sela-sela pembahasan anggaran dengan DPRD Ambon, di ruang Paripurna DPRD Belakang Soya, Kamis (17/9).

Dijelaskan, proses refocusing yang dilakukan Pemerintah Kota Ambon untuk penanganan Covid-19, berdasarkan Permendagri yang wajibkan untuk seluruh daerah, baik kota, kabupaten maupun provinsi wajib melakukan refocusing anggaran.

“Refocusing itu penyesuaian kembali. Yang mana ketika anggaran sudah ditetapkan di tahun 2020, itu kita bisa lakukan penyesuaian tanpa melalui perubahan APBD. Dan refocusing itu seluruh dananya ditampung di BTT. Sehingga dana Covid yang dianggarkan itu 46 miliar, untuk penanganan kesehatan, jaring pengaman nasional dan pengembangan ekonomi,” paparnya.

Kata dia, saat ini seluruh pimpinan OPD yang turut tergabung dalam Gugus Tugas Covid-19 Kota Ambon, sementara melakukan pembahasan anggaran dengan DPRD Ambon. Dan dalam pembahasan tersebut juga akan dijelaskan soal hasil penggunaan anggaran Covid atau sisanya anggaran tersebut.

Untuk itu, terkait rumor Rp 200 miliar yang diangarkan untuk Covid-19 tidaklah benar. Karena penggunaan anggaran Covid baru mencapai Rp39,1 miliar per tanggal 5 September 2020.

“Seandainya dalam perjalanan, katakana sampai November nanti, maka bisa diambil dari BTT tadi. Tergangung hasil perhitungan kita, berapa yang mau ditambah untuk dana Covid. Jadi bukan berarti sudah hampir 200 miliar anggaran covid, itu tidak. Itu (dana covid) 46 miliar. Dan sisa BTT itu dianggap cadangan. Dan BTT itu hanya ada pada Badan Pengelolaan Keuangan,” bebernya.

Disinggung soal anggarna Covid-19 yang nantinya tidak terpakai habis, Latuheru menjawab, maka anggaran tersebut akan tetap berada pada pos anggaran BTT.

“Kita sekarang ini sudah mulai proses perubahan APBD. Seandainya Covid ini sudah selesai 1 bulan lalu, katakana begitu, maka kita bisa buat perubahan. Mana refocusing atau mana prioritas bisa kita masukan lagi. Atau misalnya Covid itu sampai Desember, tetap ada di BTT. Jadi hanya bisa dimanfaatkan dari BTT. Jadi nanti 31 Desember 2020, kita punya Silva pasti tinggi karena dana tidak terpakai, termasuk ada pada BTT,” kunci Latuheru.

Sebelumnya, Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon, Johny Wattimena juga menjelaskan hal tersebut. Diakuinya, anggaran penanganan Covid-19 hanya sebesar Rp 46,9 miliar yang diperoleh dari proses refocusing. Namun, Wattimena tidak menjelaskan soal total biaya refocusing senilai Rp 192 miliar tersebut.

“Terkait penggunaan anggaran Bantuan Tidak Terduga itu 51 miliar. Dialokasikan ke Covid 46 miliar. Terpakai sampai 5 September itu 39,1 miliar. Jadi masih tersisa. Maka itu, di pembahasan perubahan sementara dibahas. Apakah sisa dari anggaran itu masih mencukupi untuk penanganan covid sampai bulan Desember 2020,” terang Wattimena.

Politisi Gerindra ini menilai, seluruh anggaran tersebut merupakan bagian dari kebijakan refocusing. “Ini semua bagian dari refocusing. Awalnya BTT itu 5 miliar ditambah 46 miliar yang untuk Covid. Sekarang 39,1 miliar,” jelas Poilitisi Gerindra ini, di gedung DPRD Belakang Soya, Rabu (16/9). (UPE)

Comment