by

Sekolah Diminta Konsisten Dengan Sistem Zonasi

Ambon, BKA- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon meminta kepada seluruh pihak sekolah untuk tetap konsisten terhadap sistem zonasi yang diberlakukan. Guna untuk menyamaratakan peminat di sekolah-sekolah terdekat.

Pasalnya, sistem zonasi sendiri merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk menyamaratakan siswa yang ada pada setiap sekolah. Untuk itu, harus ada konsistensi yang diberlakukan untuk mendukung sistem tersebut dapat efektif di Kota Ambon.

“Kalau kita konsisten itu dia efektif, tapi kalau kita tidak konsisten itu,” terang Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon, kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (16/6).

Menurutnya, dengan sistem zonasi yang diberlakukan secara konsisten, maka secara perlahan membuat sekolah-sekolah yang awalnya kekurangan siswa akan berimbang dengan siswa yang sebelumnya kelebihan siswa.

Dengan begitu, sekolah yang ada dapat berkembang bersama dengan baik. Bahkan dapat memenuhi kuota yang diperlukan sekolah.

“Artinya ini betul-betul mendudukan porsi sekolah-sekolah yang dulu dianggap sekolah favorit, itu disamaratakan. Misalnya ada sekolah swasta yang peminatnya rendah, dengan zonasi ini mungkin mereka bisa dapat murid yang representatif,” ujar Fahmy.

Dituturkan, sistem zonasi yang diterapkan secara otomatis dapat meminimalisir kepadatan peminat di sekolah, yang dianggap sebagai favorit. Padahal rumah siswa pendaftar jauh dari sekolah. Sehingga harus benar-benar diterapkan secara konsisten, untuk memaksimalkan kebijakan dari Pemerintah Pusat.

“Jadi Dinas Pendidikan tetap berkomitmen terhadap zonasi yang ditetapkan dari tahun kemarin maupun tahun sekarang, dia mengalami peningkatan. Sebenarnya kita terapkan zonasi untuk meminimalisir kepadatan peminat yang ada di sekolah, yang dianggap favorit,” bebernya.

Untuk itu, sebutnya, dengan sistem zonasi juga tidak akan ada siswa titipan karena akan memperburuk sistem yang telah diberlakukan.

“Masalah zonasi ini tetap berlaku pada kebijakan Pemerintah Pusat. Jadi tidak ada yang namanya titipan-titipan,” tandas dia.

Selain itu, pihaknya juga sudah mengevaluasi seluruh sekolah yang ada. Dan pendaftaran disesuaikan dengan sistem zonasi, baik pendaftaran dengan sistem online atau offline.

“Jadi kami sudah mengevaluasi seluruh sekolah. Dan pastinya di masa Covid ini, pendaftaran dilakukan secara online dan juga offline. Hampir semua sekolah sudah punya fasilitas itu. Dan mungkin di wilayah-wilayah itu sarana internetnya belum memadai, memang harus offline,” tutup Fahmy. (DHT)

Comment