by

Sekolah Harus Patuhi Protokoler Kesehatan

Ambon, BKA- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdindikbud) Provinsi Maluku (Promal), Dr. Insun Sangadji, mengingatkan, Satuan Pendidikan (SP) tingkat SMA/MA/SMK se-Maluku agar mematuhi protokoler kesehatan yang sudah diatur oleh Pemerintah.

Ia menegaskan, jika kedapatan ada sekolah yang tidak mematuhi protokoler, maka akan diberikan sanksi tegas dari Disdikbud.

“Jadi sudah saya ingatkan masing-masing sekolah, untuk harus mengikuti semua protokoler kesehatan yang sudah ada. Jika ada sekolah yang tidak patuhi peraturan, maka tentu akan berhadapan dengan kita, juga pihak Gugus Tugas (Gustu). Itu sudah saya tegaskan kepada masing-masing sekolah,” ujar Sangadji, Rabu (15/7).

Menurutnya, dalam panduan protokoler kesehatan yang sudah diberikan kepada sekolah, sudah diatur sesuai zona dimasing-masing daerah. Dimana, hanya terbagai dalam dua kategori, yakni, zona hijau dan zona merah, orange, dan kuning.

Untuk zona hijau, katanya, diperbolehkan untuk sekolah secara tatap muka langsung, namun dengan protokoler kesehatan yang ketat. Yang mana, sekolah harus di lihat bersih, ketersediaan peralatan kesehetan, serta mengatur ruangan sesuai dengan aturan yang ada.

“Jadi, toilet harus bersih, ada tempat cuci tangan, hendsainitaiser, serta thermometer. Harus juga mengatur ruangan kelas. Kalau jumlah siswa misalnya 20, berarti setengah saja yang masuk sekolah. Mengapa, karena sesuai aturan, jarak antara satu siswa dengan siswa lain di kelas itu, 1,5 meter. Itu pun, kalau ada persetujuan dari orang tua dan Gustu. Karena meskipun di zona hijau, tapi kalau kedua pihak ini tidak setuju, maka sekolah tidak bisa dibuka,”kata Sangadji

Sementara, lanjutnya, untuk zona merah, orange dan kuning, tidak diperbolehkan membuka sekolah. Sesuai protokoler, tatap muka itu dilakukan dengan dua sistim. Diantaranya, melalui Daring dan Luring. Yang mana pada dua sisitem ini, sekolah harus sesuaikan dengan kemampuan siswa, serta kelengkapan fasilitas pembelajaran online di sekolah

“Kalau daring itu, di peruntukan kepada SP yang memiliki akses internet, listrik dan kepemilikan HP android bagi siswa. Sementara Luring itu, di peruntukkan untuk SP yang tidak memiliki hal-hal yang saya sebutkan. Hanya itu saja yang boleh keluar dari dua aturan itu. Semua aturan ini, sesuai dengan hasil keputusan bersama empat Menteri beberapa waktu lalu, sehingga harus dipatuhi. Demi keselamatan kita bersama. Intinya, kerja sama akan terbangun dengan orang tua, lebih khusus Gustu. Jika kita sudah patuhi aturan yang ada.”pungkas Sangadji. (LAM)

Comment