by

Sekolah Pakai Dana Bos Bantu Siswa

Ambon, BKA- Sejumlah sekolah telah mengunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu siswa yang terdampak Covid-19. Salah satunya adalah SD Negeri 61 Ambon.

Kepala SD Negeri 61 Ambon, J. Haumahu, mengatakan, dalam upaya membantu siswa dari keluarga tidak mampu itu, dilakukan sesuai dengan peraturan Menteri. Yakni, sebagian dana BOS dapat digunakan untuk membantu siswa kurang mampu yang terdampak Covid-19.

Dalam hal ini, lanjutnya, Kepala Sekolah (Kepsek) diberikan kewenangan untuk mengelola anggaran tersebut, sesuai dengan kebutuhan di masa pandemi ini.

“Anggaran ini kan bukan saja untuk pengadaan fasilitas kesehatan atau pulsa untuk kepentingan belajar online. Tapi ditengah situasi ini, sekolah juga harus bisa merasakan kesusahan anak-anak didiknya. Dana BOS ini milik mereka. Karena itu, tidak ada salahnya kalau kita bantu mereka. Apalagi anak-anak yang orangtuanya hilang pekerjaan akibat Covid-19 ini. Apalagi kita tidak tahu pemenuhan kebutuhan setiap hari di rumah mereka seperti apa. Ini yang membuat kita melakukan itu, sehingga sebagian dari dana BOS SD Negeri 61, kita pakai untuk salurkan sembako kepada mereka,” ungkap Haumahu, Selasa (23/6).

Katanya, pemberian bantuan dari dana BOS itu hanya diperuntukan bagi siswa kurang mampu yang terdampak Covid-19. Bukan untuk semua siswa yang ada di sekolah tersebut.

“Jadi, untuk siswa yang orangtua tidak punya pekerjaan tetap saja yang sekolah berikan bantuan. Dari total keseluruhan siswa, kita berikan bantuan kepada 60 siswa. Yang diambil dari masing-masing kelas itu 10 orang. Dengan total bantuan per siswa Rp 150 ribu. Sehingga total anggaran yang digunakan sebesar Rp. 18 juta,” ulasnya.

Selain para siswa, anggaran milik pemerintah itu juga telah diberikan kepada guru, berupa bantuan sembako, yang telah diserahkan pada 20 Juni lalu.

Terkait bantuan tersebut, kata Haumahu, tidak menutup kemungkinan, pada tahun ajaran baru mendatang, juga akan dilakukan hal yang sama, bila wabah Covid-19 masih terus berkembang.

“Kedepannya, sekolah akan terus membantu siswa yang kurang mampu, kalau covid-19 masih mewabah. Karena kita tidak tahu, bagaimana nasib siswa di dalam masa pandemi ini,” katanya.

Lanjut dia, semua yang dilakukan ini, sudah dibahas bersama dewan guru, baru dimasukan dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS). “Jadi, semua berjalan sesuai prosedur. Intinya, bisa membantu anak-anak didik yang susah,” tandas Haumahu. (LAM)

Comment