by

Sekolah Patuhi Aturan Untuk Pentingkan Pencegahan Covid-19

Ambon, BKA- Sejak proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun ajaran 2020/2021 dibuka 13 Juli lalu hingga saat, hampir semua Satuan Pendidikan (SP) tingkat PAUD, SD dan SMP, di Kota Ambon belum memulai proses belajar mengajarnya.

Hal itu disebabkan, sejak bulan Juni lalu hingga saat ini, Kota Ambon masih menerapkan PSBB. Sehingga semua aktivitas KBM untuk sementara ditunda oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, guna memutus matai rantai penyebaran Covid-19.

Atas penundaan tersebut, Kepala SD Inpres 22 Ambon, Ch. Atamimi, mengatakan, dirinya sangat mendukung kebijakan Pemkot Ambon menerapkan PSBB, hingga melakukan penundaan KBM tahun ajaran baru 2020/2021.

Menurutnya, semua peraturan yang dibuat selama PSBB akan dipatuhi. Termasuk tidak melakukan proses belajar sebagaimana intruksi Pemkot Ambon.

“Jadi kita sementara ini tidak belajar, karena masih dilarang. Bagi saya, tidak ada masalah soal larangan itu. Yang penting pandemi virus ini bisa cepat selesai. Karena kalau masih seperti begini, otomatis kita tidak bisa belajar kembali di sekolah. Itu sebabnya, kita patuhi aturan yang ada, dengan tidak lakukan belajar mengajar sampai ada intruksi selanjutnya dari dinas,” ungkap Atamimi, Selasa (4/8).

Untuk saat ini, kata Atamimi, pihaknya tengah mempersiapkan pola pembelajaran Daring yang tepat bagi anak-anak didiknya. Khusus siswa yang baru masuk sekolah.

Hal itu, katanya, agar ketika PSBB selesai dilakukan sekolah yang dia pimpin itu bisa langsung melakukan KBM secara Daring. Sambil menunggu intruksi Dinas Pendidikan (Disdik) untuk belajar tatap muka

“Sebab yang paling bermasalah nanti soal teknis belajar bagi anak-anak kelas I ini. Karena itu, kita sementara bangun koordinasi dengan orangtua untuk dampingi mereka belajar hitung, baca dan tulis dulu, sambil kita sesuaikan dengan kondisi. Kalau sudah bisa belajar, kita akan upayakan mereka agar bisa belajar dengan baik. Intinya kita akan tetap sesuikan dengan aturan yang ada. Yang penting, wabah ini cepat berlalu. Karena kalau semakin lama kita belajar jarak jauh juga akan berdampak besar bagi mutu dan kualitas dari anak-anak kita,” pungkas Atamimi. (LAM)

Comment