by

Sekolah Perlu Juknis PJJ Khusus Kelas Kecil

Ambon, BKA- Terhitung 3 bulan sejak Maret lalu, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sudah dilakukan. Selama itu, siswa kelas kecil atau kelas I SD sangat sulit untuk menyesuaikan diri, dalam proses PJJ, baik secara Daring maupun Luring.

Hal itu dirasakan sangat wajar, karena usia siswa kelas I belum mampu untuk memahami berbagai aplikasi pembelajaran secara online.

Untuk itu, Kepala SD Negeri 96 Ambon, J. Sialana, mengatakan, perlu ada Petunjuk Teknis (Juknis) pembelajaran PJJ bagi siswa kelas kecil . Supaya mereka bisa belajar dengan baik, sesuai kebutuhan mereka.

Hal itu dirasakan penting, karena pasca penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon hingga saat ini, semua tingkatan sekolah dilarang untuk melakukan proses belajar secara tatap muka, baik di sekolah maupun di rumah secara berkelompk.

“Jadi untuk pola PJJ bagi siswa kelas kecil atau kelas I ini, kita perlu juknis. Karena kalau secara Daring, ada anak yang tidak miliki Hp, tidak bisa ikut. Kalalau secara Luring pun, kita juga terkendalah, karena masih PSBB. Jadi tidak bisa guru datang ke rumah siswa untuk berikan materi. Kita sebenarnya sudah harus belajar maksimal, karena sudah memasuki tahun ajaran baru sekarang ini. Tapi nyatanya kan belum belajar secara baik, mengingat kendala tadi,” ungkap Sialana, Kamis (6/8)

Kalau ada juknis PJJ bagi siswa kelas kecil, maka sekolah akan melakukan penyesuaian, sehingga siswa tidak dirugikan selama menjalani PJJ ditengah wabah Covid-19.

Memang proses belajar selama pandemi Covid-19, tidak fokus pada ketuntasan kurikulum. Tapi yang namanya Satuan Pendidikan (SP) harus tetap berupaya mencarikan jalan keluar, untuk memberikan pelayanan pendidikan bagi anak-anak didiknya.

Karena itu, Sialana sangat mengharapkan perhatian dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon, dalam hal ini secepatnya merumuskan juknis yang tepat bagi siswa kelas I.

“Kalau sudah ada juknis, maka kita sudah bisa gunakan dalam proses belajar. Tapi untuk saat ini, belum ada. Kita kan tidak bisa mengambil kebijakan apa-apa, sepanjang tidak ada intruksi. Jadi kita tunggu saja. Saat ini, kita fokus untuk siapkan mental anak-anak lewat orangtua. Khusus anak-anak yang baru masuk sekolah ini,” ucapnya.

Karena itu, ia sangat berharap ada kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan para orangtua, untuk saling membantu melihat anak-anak dalam belajar selama masa pandemi Covid-19

“Yang sangat diharapkan itu partisipasi dari orangtua. Karena kalau tidak, para guru akan kesulitan selama PJJ ini. Itu penting sekali selama kita masih ada dalam proses belajajar di rumah. Semua kita harus saling membantu disituasi saat ini, demi kebaikan anak-anak kita,” pinta Sialana. (LAM)

Comment