by

Sekolah Sederhanakan Kurikulum Secara Mandiri

Ambon, BKA- Sejumlah sekolah akhirnya melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri diawal tahun ajaran baru 2020/2021, lantaran Kota Ambon yang sebelumnya sudah berada pada zona kuning kembali menjadi zona merah.

Kepala SD Inpres 28 Nania, Stev Salmon, mengatakan, penyederhanaan kurikulum yang dilakukannya itu, sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

Dalam Keputusan Kemendikbud itu, terang Salmon, jelas menyampaikan bahwa Satuan pendidikan (SP) dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa, dengan memilih satu dari tiga opsi yang sudah diatur. Yakni, tetap mengacu pada Kurikulum Nasional, menggunakan kurikulum darurat, dan melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

“Untuk saat ini, memang kita masih tetap pada kurikulum nasional, yaitu K13. Tapi karena Kota Ambon status zonanya merah, mengakibatkan kita tidak bisa belajar tatap muka, baik di sekolah maupun secara kelompok. Mau tidak mau, ya, kita harus ambil kebijakan secara internal, dengan menyederhanakan kurikulum nasional itu. Kalau tidak, maka anak-anak tidak bisa belajar, sebab kita dilarang untuk tatap muka saat ini,” ungkap ungkap Salmon, Selasa (11/8).

Menurutnya, apa yang sudah diatur dalam Keputusan Kemendikbud itu sangat membantu pihak sekolah. Karena dapat memberikan kesempatan kepada masing-masing jenjang pendidikan, untuk memilih opsi yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswanya.

Hal itu, katanya, yang menjadi acuan bagi SP, termasuk sekolah yang dipimpinnya itu, untuk melakukan penyederhanaan kurikulum, guna memberikan pelayanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan ditengah pandemi ini.

“Karena setiap sekolah itu karakternya berbeda-beda, juga kemampuan siswa yang tidak sama. Karena itu, tidak mungkin kita sesuaikan dengan sekolah lain yang dari segi fasilitas atau kemampun siswa itu mendukung. Misalnya, di SD Inpres 28 Nania, banyak siswa bahkan orangtua yang tidak memiliki Hp android. Sehingga kita juga sedikit kewalahan kalau mengikuti pembelajaran dari guru sesuai K13 yang seutuhnya. Sehingga kita ambil langkah untuk sederhanakan saja, biar siswa juga bisa belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka disaat ini,” bebernya.

Sehingga untuk teknis pembelajaran, lanjutnya, dlakukan secara Daring bagi siswa yang memiliki Hp android. Sementara yang belajar secara Luring atau offline, hanya belajar lewat buku paket dari sekolah.

“Itu yang bisa kita lakukan untuk saat ini, sambil menunggu kebijakan selanjutnya dari dinas. Sebab kita masih dilarang untuk melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka. Semoga Kota Ambon cepat kembali ke zona hijau, supaya kita belajar kembali dengan baik,” pungkas Salmon. (LAM)

Comment