by

Sekolah Sudah Siapkan Fasilitas Protokoler Kesehatan

Ambon, BKA- Sejumlah sekolah telah mempersiapkan fasilitas protokoler kesehatan pencegahan penyebaran virus corona, untuk menyambut tahun ajaran baru 2020/2021.

Misalnya yang dilakukan oleh SD Negeri 67 Ambon. Mereka telah mempersiapkan berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari pengadaan masker, tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, hingga kesiapan pencegahan dan penanganan Covid-19 lainnya.

Kepala SD Negeri 67 Ambon, D. Iwamony, mengatakan, berbagai peralatan protokoler kesehatan yang sudah disiapkan itu, untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus bagi siswa maupun guru, jika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kembali dilakukan di sekolah pada tahun ajaran baru nanti.

Kota Ambon saat ini, katanya, telah memasuki zona orange. Sehingga memungkinkan KBM dapat kembali dilaksanakan di sekolah. Sehingga perlu ada kesiapan dari sekolah sejak dini, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Karena itu, aktivitas sekolah harus tetap mengacu pada protokoler kesehatan.

“Untuk yang menyangkut dengan peralatan kesehatan di sekolah, kita sudah siapkan semua. Kita sudah siapkan masing-masing siswa punya masker, ada juga tempat cuci tangan dan sabunnya, maupun alat pengukur suhu. Ini untuk menjaga dan mengantisipasi penyebaran virus (corona, red-) di sekolah, sehingga jaga jarak dan penyemprotan ruang-ruang kelas pun akan dilakukan sebelum siswa masuk belajar. Sebab ketika nanti kita masuk zona hijau pun, yang namanya protokoler kesehatan tetap dilakukan. Dengan demikian, mulai dari sekarang kita sudah harus siap,” ujar Iwamony, Senin (13/7)

Lanjut Iwamony, selain untuk kepentingan siswa, berbagai peralatan yang sudah disiapkan itu juga dapat dimanfaatkan oleh para guru, jika Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih tetap dilakukan.

Menurutnya, dengan adanya berbagai keterbatasan dari siswa, tentu PJJ melalui Luring akan tetap dilakukan. “Jika PJJ tetap, maka sudah pasti guru harus siap turun di rumah masing-masing siswa. Dan kalau itu dilakukan, maka tentu peralatan pencegahan virus juga harus tetap disiapkan. Kan siswa di rumah, tapi para guru harus ke sekolah untuk menyiapkan materi pelajaran. Kalau kita tidak perhatikan soal pencegahannya, maka bisa saja guru-guru kembali dari proses belajarnya, akan bawah virus di sekolah. Ini yang kita jaga. Sehingga berbagai peralatan sudah kita siapkan. Harapannya, semoga pada saatnya, semua berjalan lancar tanpa Covid-19,” pungkas Iwamony. (LAM).

Testimoni

Comment