by

Sekolah Usulkan PJJ Secara Daring dan Luring

Ambon, BKA- Sejumlah sekolah tingkat SD di Kota Ambon mengusulkan, agar Pemerintah Kota (Pemkot) dapat mengeluarkan kebijakan, proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat dilakukan secara Daring dan Luring.

Kepala SD Negeri 87 Ambon, Abubakar Wattimena, mengungkapkan, sistem PJJ yang dilaksanakan di sekolah saat ini hanya ada dua cara, yakni, secara Daring atau Luring.

Kedua sistem PJJ tersebut, katanya, memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya, Daring sering mendapat keluahan dari orangtua siswa, seperti, tidak punya Hp Android, tidak punya pulsa data, hingga siswa tidak bisa memahami materi pelajaran dengan baik.

Sedangkan Luring, tidak bisa diterapkan sekolah saat ini, karena Kota Ambon dalam tahap pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebab itu, katanya, perlu ada kebijakan pembelalajaran campuran, guna menhasilkan pembelajaran yang efektif dimasa pendemi Covid-19 saat ini.

Ia menuturkan, jika proses pembelajaran campuran itu dapat dilakukan saat ini, maka secara teknis, sekolah bisa mengaturnya. Agar ketika proses pembelajaran dilakukan dapat berjalan dengan baik, tanpa meningkatkan resiko penyebaran Covid19 bagi siswa dan guru.

“Nanti akan diatur supaya ada jadwalnya. Misalnya, semua materi diberikan secara Daring dan Luring kepada siswa, kemudian nanti dibagi per kelompok, kemudian masuk ke sekolah secara bergiliran untuk belajar materi yang sudah diberikan sebelumnya. Disitu, para guru bisa melakukan pendampingan kepada siswa yang belum memahami materi yang diberikan. Itu yang bisa dilakukan, selain terpisah Daring dan Luring,” tutur Wattimena.

Namun kata Wattimena, pihaknya belum dapat melakukan pembelajaran campuran tersebut, lantaran belum adanya aturan yang mengatur terkait pola pembelajaran itu.

Untuk itu, Ia meminta Disdik Kota Ambon agar bisa menerapkan pola pembelajaran campuran tersebut. Sebagai solusi PJJ saat ini.

“Sepanjang belum dapat regulasi, kita tidak mungkin sampai ke ke tahap itu. Untuk itu, perlu ada aturan dulu, supaya kita tidak disalahkan ketika melakukannya. Itu yang penting, kalau memang pola pembelajaran campuran itu baik,” pungkasnya. (LAM)

Comment