by

Selama PSBB, Pelayanan Disdukcapil Tutup

Ambon, BKA- Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari oleh Pemerintah Kota Ambon, seluruh pelayanan administrasi penduduk pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon ditutup.

Kepala Disdukcapil Kota Ambon, Selly Haurissa mengatakan, sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwali) Kota Ambon nomor 18 tahun 2020 tentang PSBB, ada beberapa instansi yang ditutup termasuk Disdukcapil. Terkecuali perbankan dan sebagainya.

Menurutnya, pelayanan yang ada ditutup karena diharuskan sesuai dengan Perwali PSBB yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota. Sehingga pihaknya harus mematuhi apa yang telah ditetapkan.

“Tujuan PSBB inikan untuk mencegah penularan, dan sesuai Perwali kita tutup sampai berakhir PSBB,” terang Haurissa, kepada wartawan, Kamis (25/6).

Ia menyebutkan, alasan lain dilakukan penutupan karena pada waktu pelayanan biasanya terjadi penumpukan masyarakat. Dan itu melebihi dari 10 orang, sehingga dalam penerapan PSBB pihaknya harus menutup pelayanan untuk memastikan upaya pemerintah dalam pemutusan mata rantai Covid 19 dapat maksimal.

“Kalau biasa itukan di capil terjadi penumpukan lebih dari 10 orang, dan untuk kita mengatur sosial distancing tidak bisa,” ucap dia.

Pasalnya, pelayanan dinasnya sangat penting bagi masyarakat yang mau melakukan pengurusan administrasi kependudukan. Mengingat, identitas diri saat ini sangat diperlukan terutama saat hendak keluar Ambon maupun pengurusan lainnya.

Sehingga pelayanan yang ada di dinasnya tidak pernah sepi dari masyarakat, walaupun sudah diberi batasan tetap saja masyarakat tidak bisa menjaga jarak satu dengan yang lain.

Untuk itu, pihaknya harus menuruti peraturan pemerintah dalam menutup pelayanan sehingga penyebaran covid 19 bisa diputus. Dan pelaksanaan PSBB di Kota Ambon dapat memberikan hasil yang maksimal.

“Memang kita mau memperpendek dan mempersempit dia punya penyebaran untuk sementara waktu seluruh pelayanan di dukcapil di tutup selama PSBB,” tambahnya.

Ia melanjutkan, walaupun pelayanan di tutup selama PSBB, masyarakat yang ingin menikah tetap dilayani. Karena hanya 4 orang yang diizinkan berkunjung ke kantor. “Kalau nikah tetap jalan, karena nikah cuma 4 orang saja,” terangnya.

Tak hanya itu, untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pengurusan administrasi kependudukan, pihaknya juga tetap melakukan pelayanan online. “Online mereka mendaftar, kita tetap bekerja. Nanti setelah itu WA atau SMS baru diambil,” tutup Haurissa. (DHT)

Comment