by

Selama PSBB, PPDB Setengah Hari Kerja

Ambon, BKA- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang saat ini diberlakukan di Kota Ambon, hanya akan berlangsung setengah hari kerja atau hingga pukul 11.00 WIT selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fahmi Salatalohy mengatakan, sejak diberlakukan PSBB di Kota Ambon maka harus ada pembatasan disemua sektor. Sehingga untuk proses PPDB pada tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Menengah Pertama maupun Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) hanya berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIT.

Namun, pemberlakuan setengah hari kerja tersebut hanya dilaksanakan bagi sekolah-sekolah yang PPDBnya bersifat offline atau manual.

Sedangkan untuk PPDB yang bersifat online, dapat dilakukan tanpa batas waktu. Karena siswa dan guru tidak tatap muka secara langsung, sehingga tidak ada resiko penyebaran Covid 19.

“Dalam pantauan pada hari pertama PSBB, terhadap sekolah-sekolah yang melakukan PPDB secara offline berjalan sesuai arahan dan petunjuk selesai pukul 11.00 WIT,” ujarnya kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Senin (22/6).

Dengan begitu, seluruh sekolah terutama yang melaksanakan PPDB secara offline harus dapat mematuhi apa yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota.

Pasalnya, sekolah yang kedapatan melanggar aturan yang ditetapkan akan langsung ditegur oleh dinas sesuai dengan arahan yang telah ditentukan.

Mengingat, sebelum penerapan PSBB di Kota Ambon, pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan kepada seluruh guru maupun sekolah di lingkup Pemerintah Kota Ambon.

“Jika sekolah tidak menaati aturan pelayanan sekolah yang sudah ditetapkan Pemkot Ambon, maka akan ditegur karena telah melanggar peraturan. Karena pemberitahuan sudah disampaikan 2 hari sebelum PSBB kepada guru-guru maupun sekolah-sekolah yang ada di Kota Ambon,” tuturnya.

Menurut Fahmy, dengan adanya penerapan PSBB, sekolah juga harus tetap mengutamakan protokol kesehatan dalam proses penerimaan yang dilakukan guna meminimalisir penyebaran yang terjadi.

“Walaupun penerapan maupun aturan ini, sekolah wajib menjalankan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan atau handsanitizer bagi siswa dan orang tua, jaga jarak minimal satu ruangan 15 orang dan pakai masker. Sebab itu sudah menjadi ketentuan bagi semua cluster termasuk pendidikan,” ucapnya.

Selain itu, sambung Fahmy, bagi TK yang akan diwisudakan hanya diperbolehkan lewat video conference, dan tidak boleh ada seremonial. Mengingat proses wisuda pada umumnya mengundang banyak perkumpulan masyarakat.

Dan hanya dibolehkan lewat video dan seluruh tenaga pendidik yang melaksanakan wisuda diwajibkan menggunakan protokol kesehatan. “Pada prinsipnya semua dalam protap Covid-19,” pungkasnya. (DHT)

Comment