by

Seram Alami Krisis Pangan

Ambon, BKA- Kerusakan sejumlah ruas jalan nasional trans Maluku dan jembatan di Pulau Seram, menyebabkan terjadi kriris bahan pangan disejumlah wilayah di Pulau Seram. Baik di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Tengah (Malteng) dan Seram Bagian Barat (SBB).

“Kondisi masyarakat Pulau Seram hari ini, cukup memprihatinkan dari sisi distribusi kebutuhan pokok maupun akses transpotasi masyarakat. Dikawasan pulau seram seluruhnya,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Maluku, Anos Yermias, saat memimpin rapat bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX (Maluku dan Maluku Utara) di ruang Komisi IV, Selasa (30/6).

Menindaklanjuti hal itu, kata Yermias, Komisi III akan melakukan On The Spot ke beberapa titik kerusakan jalan maupun jembatan, guna memastikan distribusi bahan pokok dapat tetap dilaksanakan dengan baik.

Anos Yermias

Namun untuk memastikan kendala itu dapat segera diatasi, terang Yermias, diperlukan komitmen dari BW maupun BPJN dalam penanganan masalah tanggap darurat itu.

Karena sesuai laporan kedua balai itu, ada sejumlah ruas jalan dan jembatan yang rusak di Pulau Seram, sehingga menghambat distribusi bahan pangan ke beberapa wilayah di pulau itu.

“Tadi sudah dijelaskan oleh BWS dan BPJN dan disini juga telah dilaporkan ke komisi, bahwa, telah terjadi kerusakan ruas jalan dan jembatan pada ruas Piru, Kairatu, Waiselan, Latu dan Liang, mengakibatkan adanya longsoran pada badan jalan, rusaknya gorong-gorong Wai Leey dan kerusakan pada jembatan darurat Wai Kaka,” ungkapnya.

Jalan dan jembatan yang rusak, tambahnya, sebenarnya bukan pada sejumlah titik itu saja. Ada juga jalan dan jembatan di di Tamilouw, Haya, Tehoru, Laimu dan Werinama. “Namun pada lokasi ini, pihak BPJN telah melakukan langkah penanganan darurat,” ujarnya.

Walau begitu, Komisi III DPRD Maluku juga akan meninjau titik-titik itu. Rencananya, On The Spot itu akan dilakukan selama empat hari. “Itu sudah menjadi kesepakatan kami, walau ditengah pandemi Covid-19,” tegas Yermias.

Semua itu dilakukan, tambahnya, semata-mata untuk kepentingan masyarakat. Bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, mengingat masyarakat di Pulau Seram sudah mulai merasakan dampak krisi pangan itu.

“Komisi juga kalau memungkinkan, kita juga akan ke Wai Laala di Loki Kabupaten SBB,” ucapnya.(RHM)

Comment