by

Setubuhi Anak Tiri, Ayah Bejat Diseret ke Sidang

Ambon, BKA- Ananias Lawalata alias Is, pantas disebut ayah bejat. Bagaimana tidak? Sebagai orang tua, dirinya tidak menunjukan sikap sebagai pelindung terhadap anaknya, malah kembali menggagahi anak tirinya sampai berulang kali.

Akhirnya, pria yang tinggal di kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon ini harus diseret ke meja hijau di Pengadilan Negeri Ambon untuk menjalani persidangan perdana, Selasa (23/6).

Sidang perdana secara online itu diketuai Feliks R. Wuisan Cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Alfred Tutupary.

JPU, Kejari Ambon, Lilia Helut dalam berkas dakwaannya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi, berulang kali, sejak tahun 2013-2017.

Saat itu istri terdakwa (Ibu korban) tidak berada di dalam rumah. Awalnya, korban baru pulang dari sekolah, sampai di rumah terdakwa geram atas sikap korban tanpa alasan yang jelas.

Selanjutnya pada saat terdakwa di dalam kamar, dia kemudian menyuruh korban untuk masuk mengikutinya. Sampai disitu, korban sambil diancam dan akhirnya menuruti kemauan terdakwa yang menyuruh untuk berhubungan badan layaknya suami istri.

Bukan hanya disitu, waktu terus berjalan, korban selalu digagahi terdakwa pada saat kondisi rumah sepi, saat itu terdakwa selalu mengancam terdakwa akan mengeluarkan korban dari rumahnya karena korban merupakan anak tiri dan marganya tidak sama dengan terdakwa. “Kalau kamu cerita ke orang, saya keluarkan dari rumah, karena kamu marga lain dari saya,” ucap terdakwa dengan dialeg Ambon kepada korban sembari meminta agar melayani napsu birahinya.

Bahkan lanjut JPU, sampai korban beranjak dewasa dan duduk di bangku SMA, terdakwa masih berupaya menyetubuhi korban, ibu korban yang sudah mendengar cerita dari korban namun karena suaminya (terdakwa) yang sedang menafkahi mereka dan sedang menanggung biaya kuliah korban, sehingga dia takut untuk melaporkan hal ini ke pihak berwajib.

Suatu saat, korban yang sudah tak tahan, datang ke rumah bibi, dia memilih untuk menceritakan apa yang sudah dialami korban. Bibinya kemudian geram dengan tindakan bejat terdakwa, kemudian mendatangi Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk melaporkan kejadian yang dialami korban.

“Terdakwa didakwa melanggar pasal 285 KUHPidana jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana,” jelas JPU.

Setelah mendengarkan dakwaaan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda pemeriksaan saksi-saksi. (SAD)

Comment