by

Siap Layani Penumpang Jika Diminta Gustu

Ambon, BKA- PT Pelni (Persero) Cabang Ambon nyatakan kesiapannya untuk melayani
penumpang antar kabupaten di Maluku, jika diminta Pemerintah Provinsi
Maluku lewat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Memang untuk kapal besar Pelni belum ada yang buka penjualan tiket,
tinggal kapal Perintis saja. Tapi jika ada petunjuk dari Gustu begitu,
yah pasti kita akan ikutinya. Tapi kita belum tahu persis petunjuknya
seperti apa,” ungkap Kepala Cabang Pelni Ambon, Samto, pada awak
media, Senin (11/5).

Menurutnya, sebagai abdi negara dibawa naungan Badan Usaha Milik
Negara (BUMN), pihaknya tetap bersedia untuk mengoperasikan kembali
armada Perintis, jika diminta Pemprov Maluku. Namun hal itu harus
sesuai dengan prosedur lewat permintaan acuan ke Direktur Jenderal
Perhubungan Laut.

“Kalau beliau oke dan dari Dirjen oke, tetap kita jalani saja. Sebab
itu permohonan nantinya disampaikan dari Dinas Perhubungan. Untuk
permohonan operasi kapal dan dari kita tetap mengacu ke Dirjen Hub
Laut di Jakarta. Kalau sudah siap kita boleh beroperasi,” ucapnya.

Dikatakan, kalau sampai saat ini tidak ada kapal Perintis sedang
beroperasi dan hanya diperuntukan mengangkut barang dan sementara
tidak untuk penumpang orang.

Prinsipnya, sebut Samto, Pelni sebagai BUMN tetap menjalankan perintah
dari Pemerintah, apapun kebijakannya demi kepentingan masyarakat.

Dicontohkan, beberapa waktu lalu, ada proses pemulangan sebanyak 30
orang ditambah 12 pegawai PLN yang bertugas memperbaiki sistim PLN
yang sedang mengalami ganguan. Sehingga lewat pertimbangan Gustu
Provinsi serta kepentingan orang banyak, akhirnya diizinkan untuk
berangkat dengan kapal Perintis menuju daerah yang dituju.

Akan tetapi, semuanya harus lewat prosedur Covid-19, salah satunya
harus melalui rapid tes sehingga akan mendapat surat keterangan
kesehatan dari pihak kesehatan Gustu Provinsi. Dengan menggunakan KM
Sabuk Nusantara (Sanus) 03 dan akhirnya telah tiba dengan selamat
ketempat tujuan.

Samto menambahkan, meskipun di tengah wabah Covid-19, pihaknya belum
melakukan PHK atau merumahkan karyawan. Baik organik maupun
outsourcing atau tenaga kontrak. “Tapi Pelni tetap beroperasi seperti
biasa dan memberikan apa yang menjadi hak karyawan pada lingkup PT
Pelni Cabang Ambon,” tutup dia. (RHM)

Comment