by

Sistem Ganjil Genap Ditiadakan

Ambon, BKA- Pemerintah Kota lewat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon telah meniadakan penerapan sistim ganjil genap bagi angkutan kota (angkot) maupun mobil pribadi berpelat hitam. Sebab, saat ini Kota Ambon sudah memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Plt Kepala Dishub Kota Ambon, Robby Sapulette mengatakan, dengan penerapan PSBB transisi maka sistim ganjil-genap terhadap angkot dan mobil pribadi berpelat hitam telah ditiadakan.

“Jadi dalam PSBB transisi atau PSBB tahap III ini sistem ganjil genap sudah di tiadakan, supaya kita memberikan lot faktor bagi angkot yang mencari setiap hari,” terang Sapulette, kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Senin (20/7).

Meski demikian, pihaknya tetap memberikan ruang dengan syarat dan juga dibatasi transportasi yang ada di kota Ambon. Dimana untuk muatan angkutannya tetap dibatasi 50 persen dari muatan angkutan maksimal dan berlaku bagi angkot dan mobil pribadi berpelat hitam.

“Kita memberikan ruang bagi transportasi, tetapi dengan syarat tetap dibatasi dengan penumpang dalam angkot hanya 50 persen atau 6 orang,” tegasnya.

Sapulette juga menghimbau, agar para sopir angkot maupun masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi berpelat hitam untuk dapat beroperasi seperti biasa. Hanya saja tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ada.

“Tidak ada lagi sistim ganjil genap, tetapi masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan. Yakni disiplin memakai masker, disipilin cuci tangan, disiplin jaga jarak, dan angkut penumpang hanya 50 persen,” tambahnya.

Disebutkan, ini dilakukan agar ada kesadaran masyarakat dalam membantu pemerintah untuk bersama sama memotong mara rantai penyebaran Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini. Sebab, dengan menerapkan protokol kesehatan, secara otomatis masyarakat dapat melindungi diri dan orang lain dari virus tersebut.

Sementara itu, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menyebutkan, pemerintah kota tidak lagi memberlakukan sistim ganjil-genap bagi kendaraan. Akan tetapi, untuk muatan angkutan tetap dibatasi seperti biasa yakni hanya 50 persen dari maksimal penumpang.

Dan menurutnya, sudah ada kesadaran dari masyarakat terutama sopir angkot karena pada saat beroperasi telah menggunakan salah satu protokol kesehatan yakni masker.

“Moda transportasi itu jalan seperti biasa. Dan rata-rata masyarakat itu sudah menggunakan masker. Untuk ganjil genap tidak ada, tapi cuma untuk muat angkut baik mobil pribadi maupun angkut umum tetap 50 persen,” pesannya. (DHT)

Comment