by

Sistem Pembayaran Gaji Guru Kontrak MBD Diperketat

Ambon, BKA- Sejak memasuki triwulan kedua bulan April lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mulai memperketat sistem pembayaran gaji guru kontrak.

Langkah tegas itu diambil pihak Disdik, lantaran sistem pembayaran gaji yang dilakukan sebelumnya, ditemukan ada guru yang tidak melakukan tugas dan tanggung jawab, namun masih tetap menerima gaji setiap bulan.

Menurut Plt Kepala Dinas (Kadis) Disdik MBD, Ferdinand Lewier, pada sistem sebelumnya, proses pengambilan gaji bisanya dilakukan secara manual. Yakni, guru atau diwakili kepala sekolah langsung datang mengambil gaji.

Namun ketika ditelusuri, ternyata ada banyak guru kontrak yang sudah tidak mengajar atau tidak kembali ke tempat tugas, tapi masih menerima gaji setiap bulan.

Untuk itu, pihaknya telah mengambil langkah tegas, dengan memperketat sistem pembayaran gaji sejak bulan April lalu.

“Jadi kita rubah sistemnya, sehingga triwulan dua, mulai dari Aprli sampai Juli ini belum dibayar. Sebab proses pembayaran gaji tidak lagi seperti sebelumnya, karena ada catatan yang bisa berdampak besar kalau tidak diselesaikan. Dan ini sudah saya sampaikan kepada bapak Bupati, bahwa gaji mereka nantinya akan bayar lewat rekening masing-masing guru,” ujar Lewier, Rabu (29/7)

Sistem yang diterapkan nanti, terangnya, gaji guru kontrak akan ditranfer langsung kerekening masing-masing guru yang sudah memasukan nomor rekening serta surat keterangan dari Kepsek.
Hal itu dilakukan untuk memastikan, bahwa guru yang menerima gaji benar-benar masih melakukan tugas dan tanggung jawabnya sesuai lokasi penempatan.

“Berdasarkan data, jumlah guru kontrak ada 1.044. Tapi yang baru masukan nomor rekening dan rekomendasi itu sebanyak 595. Itu berarti, ada 449 yang belum masuk datanya. Dari sekian banyak yang belum masuk data ini, bisa karena dua hal, belum masuk nomor rekeningnya atau tidak lagi melakukan tugas atau juga dua-duanya. Karena kalau sudah ada nomor rekening tapi tidak ada rekomendasi, tidak mungkin kita kirim gajinya. Kita butuh rekomendasi dari kepsek mengetahui Korwil setempat. Ini kita lakukan untuk benahi mutu pendidikan kita,” ungkapnya.

Bagi yang sudah memasukan identitasnya, kata Lewier, proses pencairannya baru akan dilakukan pada 1 Agustus mendatang.

Karena itu, dia berharap, ada pengertian baik dari semua guru kontrak. Karena adanya perubahan sistem, sehingga terjadi keterlambatan pembayaran gaji di triwulan kedua ini.

“Kita sudah usulkan untuk triwulan dua ke keuangan dan SP2D sudah keluar, tinggal tunggu tanggal 1 (Agustus) kita realisasi. Jadi ini bukan kita buat-buat. Semua ini untuk kebaikan kita bersama, sehingga kita ambil kebijakan perketat sistem pembayaran. Jangan sampai justru karena keterlambatan ini, lalu menilai kita yang bukan-bukan. Intinya, sepanjang identitas jelas, kita bayar gaji,” tandas Lewier (LAM)

Comment