by

Siswa Belum Lancar Baca Akan Dibimbing

Ambon, BKA- Kepala SD Inpres Latta, R. Lerebulan, memastikan, siswa yang belum lancar baca dan tulis akan dibimbing secara khusus, menggunakan strategi yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah, pada tahun ajaran baru 2020/2021 mendatang.

Sekalipun pola pembelajaran yang diterapkan masih menggunakan pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat pandemi Covid-19, pihaknya akan tetap berupaya mendidik anak-anak didiknya secara manual atau tatap muka secara langsung.

“Karena dari SD inpres Lata sendiri, khusus untuk kelas I yang akan naik kelas II ini, belum lancar membaca. Jadi kita berencana, kalau pemerintah mengijinkan untuk Daring, kami tetap ikut. Tapi bagi anak-anak yang belum lancar membaca, itu nanti di bagi perkelompok kecil. Mungkin 5 atau 6 orang satu hari belajar dengan guru di kelas. Supaya anak-anak yang belum lancar mambaca, bisa lancar mamabaca juga menulis,” ungkap Lerebulan, Kamis (2/7).

Menurutnya, pelajaran baca dan tulis bagi siswa, tidak bisa dilakukan secara daring atau jarak jauh. Mengingat, tidak semua orangtua maksimal dalam mendampingi anaknya belajar di rumah. Perlu adanya pembelajaran khusus bersama dengan guru, agar anak bisa belajar dengan baik.

“Karena setiap hari di rumah juga, pasti orang tua tidak maksimal mangajar mereka. Kalau di sekolah, biar bagaimanapun, guru tetap harus berjuang sampai anak-anak itu tahu mambaca dan tahu menulis dengan lancar,” ujarnya.

Sedangkan untuk kelas atas, kata Lerebulan, pihaknya masih menunggu pola pembelajaran yang baru dari pemerintah. Dalam hal ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon.

Jika pada saatnya, pola pembelajaran baru belum juga diturunkan, maka sekolah yang dipimpinnya itu tetap berjalan dengan petunjuk yang sementara ini berjalan.

“Karena pemerintah belum mengijinkan untuk malakukan aktivitas di sekolah. Jadi, kita tunggu saja sampai ada intruksi dari Walikota, baru kita ikut. Tapi selama belum ada, bararti kita dengan yang ada saja. Yang kita siapkan adalah strategi yang jitu untuk manyelamatkan anak-anak yang belum lancar dalam membaca dan menulis,” tutur Lerebulan.

Lanjut dia, semua yang akan dilakukan itu, tentu membutuhkan kesiapan yang matang. Para guru harus terus menyiapkan pola pembelajarannya, agar anak-anak tetap mengikuti proses belajar dengan maksimal.

“Para guru selalu dihimbau untuk lebih giat lagi dalam menyiapkan pola pembelajarannya. Lebih khusus, berupaya untuk mamaksimalkan penggunaan media teknologi. Karena kedepan ini, lebih banyak kita gunakan itu. Itu semua untuk kebaikan anak-anak didik kedepannya,” tutup Lerebulan. (LAM)

Comment