by

Siswa Diberikan Kelonggaran Bayar Uang Komite

Ambon, BKA- SD Muhammadiyah Ambon tidak memaksa siswa untuk membayar uang komite per bulan, selama pandemi Covid-19.

Kepala SD Muhammadiyah Ambon. L. Siolimbona, mengatakan, kebijakan tersebut dikeluarkan dengan pertimbangan ekonomi keluarga siswa. Sebab tidak bisa dipungkiri, kalau ekonomi masyarakat sangat terimbas dengan adanya pandemi Covid-19.

Untuk itu, katanya, kebijakan pelonggaran pembayaran uang komite tersebut perlu dibuat untuk menjaga semangat belajar siswa, agar mereka tidak terbebani dengan berbagai pembayaran.

Menurut dia, bagi sekolah swasta, uang komite sangat dibutuhkan. Karena dapat dipergunakan untuk membiayai upah guru-guru kontrak maupun pembiayaan lainnya. Namun karena kepentingan belajar anak yang didahulukan, maka berbagai kebijakan perlu dibuat untuk meringankan beban mereka.

“Jadi uang komite itu berlaku untuk sekolah-sekolah yayasan, karena banyak tenaga honornya. Bahwa tenaga honorer itu aktif untuk melakukan proses pembelajaran, sehingga dengan uang komite itu dapat membayar gajinya, selain dari dana BOS yang diperuntukkan untuk itu juga. Kan kita punya guru disini ada 2 kategori. Yang pertama itu guru yayasan dan guru honor lepas. Guru honor ini dibiayai juga dari dana komite dan sebagaiannya dari yayasan, dan juga termasuk dana BOS. Sehingga sebenarnya diharapkan siswa dapat membayar uang komite. Tapi karena corona, tidak dibayar tepat waktu juga tidak dipaksakan. Sehingga untuk saat ini, uang komite dibayar tidak rutin setiap bulannya, karena diberikan kelonggaran bagi orangtua siswa sesuai kemampuan. Jika sudah bisa membayar, silahkan bayar kapan saja,”tuturnya, Selasa (12/1)

Selain melonggarkan proses pembayaran uang komite, sambung Siolimbona, pihaknya juga memberikan bantuan kepada siswa yang terdampak Covid-19. “Ada beberapa siswa yang mengalami dampak Covid 19 ini, kita juga bantu lewat dana komite. Itu diperuntukkan untuk anak-anak yang terdampak covid 19, jadi komite untuk kali ini bukan saja untuk guru honor dan guru yayasan, tapi juga untuk anak-anak yang terkena dampak Covid 19. Itu kebijakan dari yayasan untuk melihat mereka yang kesulitan ekonomi akibat pandemi,” pungkasnya. (LAM)

Comment