by

Siswa Kurang Mampu Butuh Bantuan

Ambon, BKA- Banyak perkiraan, kalau dimasa pendemi Covid-19 ini, akan ada banyak siswa yang terpaksa putus sekolah, karena orangtuanya kehilangan pekerjaan, sehingga mereka tidak mampu membayar uang sekolah atau memenuhi kebutuhan pendidikannya.

Namun hal itu bisa ditepis, bila pemerintah meningkatkan perhatian kepada siswa. Paling tidak, siswa yang tidak mampu dapat dibantu untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.

Kepala SD Teologi Kristen Suli, Sindtje Ratila, mengatakan, langkah pemerintah dalam melihat kebutuhan pendidikan anak-anak kurang mampu saat ini sangat diperlukan.

“Jangan sampai justru kita senang, ketika melihat banyak anak-anak bangsa putus sekolah. Sebab, situasi sekarang ini sebenarnya kita diuji, apakah anak-anak yang tidak mampu ini masih bisa tetap belajar, ataukah justru hilang masa depan karena tidak ada bantuan dari pemerintah, sehingga putus sekolah. Ini yang saya kira perlu diperhatikan,” ungkap Ratila, Rabu (12/8).

Untuk itu, katanya, SD Teologi Kristen Suli tidak memungut biaya kepada siswa. Bahkan, mulai dari tempat tinggal hingga pakaian seragam, juga diberikan secara cuma-cuma.

Dengan harapan, agar tidak ada siswa yang putus sekolah. “Bayangkan, sebelum Covid-19 saja banyak anak-anak yang sudah putus sekolah. Apalagi sekarang ini. Ini yang sebenarnya tidak bisa dianggap biasa-biasa saja. Itu sama saja, kita lagi saksikan mereka hilang masa depan, hanya karena tidak bisa membayar uang sekolah. Saya sampaikan ini, karena selama ini kami sangat memperioritaskan kasih kepada ana-anak, khusus pada mereka yang tidak punya apa-apa. Jadi kami mencerdaskan anak, bukan yang mampu dari segi ekenomi saja, tapi juga mereka yang putus sekolah atau bermasalah karena orangtua tidak memperhatikan mereka. Itu kita rangkul dan didik mereka sampai dengan selesai sekolah,’’ bebernya.

Ia mengatakan, apapun yang dilakukan bagi anak-anak bangsa saat ini, merupakan wujud dari tindakan melayani dan saling menghidupkan.

“Itu sangat diharapkan untuk kita sama-sama membantu anak-anak yang kurang mampu. Khusus mereka yang benar-benar terdampak Covid-19 saat ini. Kita harus pastikan, mereka tidak putus sekolah,” pungkas Ratila. (LAM)

Comment