by

Siswa Tidak Mampu Jadi Prioritas

Ambon, BKA- Kepala SD Inpres Latta, L. Lerebulan, mengatakan, jika dana BOS sebagian akan diperuntukkan untuk membantu siswa dalam proses belajar Daring, maka siswa tidak mampu akan menjadi prioritas utama.

Menurutnya, dengan jumlah siswa yang banyak, juga anggaran yang tidak mencukupi. Sekolah tidak mungkin memaksakan diri untuk memfasilitas semua siswa. Perlu ada prioritas. Siswa mana yang paling membutuhkan guna bisa mengikuti proses belajar Daring, itu yang akan diutamakan.

“Kan maskud dari kita membantu adalah agar mereka bisa mengikuti proses belajar Daring. Untuk itu, tidak mungkin kita bantu semua siswa. Sebab memang rata-rata siswa itu tidak punya Hp sendiri. Yang punya itu orangtua. Dan itu yang selama ini digunakan untuk belajar Daring. Berbeda dengan siswa yang lain, yang justru dalam keluarganya tidak ada Hp satu pun. Nah, Ini yang akan kita prioritaskan, kalau memang ketika kita sesuaikan anggaran bisa mencukupi untuk itu,” ujar Lerebulan, Rabu (16/9)

Ia mengungkapkan, di sekolah yang dipimpinnya itu, ada siswa yang sama sekali tidak bisa dipaksakan untuk belajar Daring. Karena orang tua mereka tidak memiliki Hp android.

Untuk itu, pihaknya akan berupaya untuk menyisipkan sedikit anggaran dari dana BOS, untuk secara bertahap membantu anak-anak didiknya itu.

“Jadi ada sekitar 20 sampai 30 anak yang nomor Hp tidak ada. Kalau tidak ada nomor, itu berarti dalam keluarganya tidak ada yang memiliki. Jangankan Hp android, Hp yang biasa pun tidak ada. Sehingga nanti kita lihat pencairan anggaran tahap 3 ini dulu. Kalau bisa untuk kita beli Hp bagi mereka, nanti kita lakukan khusus bagi mereka yang memang benar-benar tidak mampu. Kita prioritaskan, supaya tidak ada kecemburuan diantara siswa maupun orangtua,” ungkapnya.

Memang pohaknya telah berencana untuk membantu memfasilitasi siwa dan para guru lewat pulsa atau kuota internet. Namun karena pemerintah telah mengambil kebijakan untuk membantu mereka selama 4 bulan, sehingga pihaknya telah mengirimkan data masing-masing siswa.

Tapi, katanya, hingga saat ini, belum ada satu pun siswa yang mendapatkan bantuan tersebut. Padahal menurutnya, berkas siswa sudah dikirim kurang lebih 1 bulan yang lalu.

“Tidak tahu, apakah semua siswa dapat atau tidak. Nanti kita lihat dulu. Jadi kita tinggal tunggu saja. Kalau mereka punya pulsa gratis yang sudah dijanjikan itu, maka nanti kita lihat anggaran tahap berikut untuk bantu siswa yang tidak ada Hp. Intinya, kita akan tetap berupaya untuk membantu mereka sesuai dengan kemampuan yang ada,” pungkasnya. (LAM)

Comment