by

SLB Nania Fokus Pembelajaran Bina Diri

Ambon, BKA- Sekolah Luar Biasa (SLB) Nania tengah fokus pada pembelajaran bina diri, untuk mengisi waktu di rumah selama pandemi Covid-19.

Kepala SLB Nania, Endah Pertiwi, mengungkapkan, pembelajaran bina diri dilakukan hanya bagi siswa disabilitas, yang memang mengalami keterbatasan secara akademik.

Pada proses pembelajaran itu, siswa SLB diberikan ruang untuk mengerjakan apa saja sesuai dengan kemampuan mereka, dengan tetap didampingi oleh orangtua.

‘’Itu yang kita kasih pembelajaran bina diri, urus diri dan beberapa ketrampilan sesuai dengan kebutuhan masing-masing,’’ ulasnya.

Jadi proses belajar di SLB Nania berjalan seperti begitu. Kalau yang ada HP android, berarti bisa lewat video call. Kalau yang tidak ada, maka guru bisa telepon atau langsung mengantar kertas tugas, sekalian memberikan arahan kepada orangtua supaya mengawasi aktivitas mereka. Dan itu jadi penilaian dari proses belajar selama mereka di rumah.

Pasalnya, ditengah wabah virus yang mematikan ini, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, selain hanya berharap supaya anak-anak didiknya terus diberikan kesehatan dan kekuatan, agar bisa melakukan berbagai macam ketrampilan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka masing-masing di rumah, tanpa harus dipaksa.

“Namanya juga disabilitas. Jadi kegiatan di rumah yang paling utama itu melatih kemandirian. Mereka didampingi orangtua untuk melakukan kegiatan sehari-harinya, disesuaikan dengan kemampuan mereka,’’ ulasnya.

Sementara untuk jenjang SMA LB katanya, ada yang tuna grahita dan tuna rungu. Dengan kemampuan yang berbeda-beda. katanya, kalau anak tuna rungu diajari apapun bisa. Sedangkan tuna grahita, kemampuannya seperti anak SD. Sehingga mereka perlu ditekankan pada bina dirinya selama masa belajar di rumah. Seperti membantu orangtuanya mengerjakan pekerjaan dirumah.

‘Misalnya, bantu orangtua bersihkan rumah, cuci piring dan pekerjaan dasar dirumah lainnya yang bisa dikerjakan. Karena mereka itu tidak bisa dipaksakan, untuk berpikir yang susah-susah,’’ pungkasnya. (LAM)

Comment