by

SMA Kartika Optimis Tingkatkan Mutu Pendidikan

Peringati HUT ke-56

Ambon, BKA- SMA Kartika XIII-1 Ambon bertekad untuk terus berkembang, agar dapat meningkatan mutu pendidikannya di era 4. 0 ini. Tekad itu disampaikan Kepala SMA Kartika XIII-1 Ambon, D. Adriaansz, usai peringatan HUT ke-56 sekolah itu, Rabu (5/8).

Adriaansz mengatakan, usia 56 tahun jika dianologikan bagi usia manusia, maka sudah memasuki usia tua. Namun analogi itu tidak bisa dilebelkan bagi sebuah lembaga, seperti Satuan Pendidikan (SP) tingkat sekolah, yang selalu memiliki pimpinan yang berbeda-beda di setiap waktu. Setiap pimpinan, pasti memiliki visi dan misi yang berbeda dalam memimpin.

Sebagai pimpinan sekolah, kata Adriaansz, ia bukan saja bertanggung jawab pada lembaga secara fisik, tapi jauh lebih penting dari pada itu, bagaimana membangun karakter dan mutu pendidikan peserta didik, agar lebih unggul dari segi pengetahun serta berkarakter.

“Itu yang saya sangat inginkan dimasa kepemimpinan ini. Yakni, sebelum kita tingkatkan mutu pendidikan dari anak-anak didik, kita sudah harus membangun Sumber Daya Manusia (SDM) para guru di sini. Apa lagi diera 4.0 yang menuntut semua harus bisa menggunakan teknologi. Sehingga saya terus memberikan motivasi kepada para guru untuk membuat bahan ajar yang menarik, untuk meningkatkan minat belajar siswa. Kalau siswa merasa tertarik untuk terus belajar, pastinya akan berpengaruh terhadap hasil belajar. Kalau hasilnya membanggakan, pasti akan menjadi kesan tersendiri bagi siswa, ketika dia keluar dari sekolah ini. Dan tanpa disadari, itu akan semakin memberikan nilai tersendiri bagi masyarakat,” terangnya.

Untuk mencapai mutu pendidikan yang baik, katanya, memang butuh kerja keras dari semua pihak. Hal itu diraih bukan saja lewat tutur kata, namun juga lewat tindakan nyata, yang lahir dari niat tulus dan iklhas. Sebab untuk menuju sebuah perubahan, sangat dibutuhkan proses yang panjang serta kesabaran untuk mengabdi bagi kemajuan anak-anak bangsa.

Saat ini, lanjutnya, SMA Kartika dihadapkan dengan masalah penurunan jumlah siswa baru setiap tahun, yang disebabkan oleh dua hal. Yakni, penerapan sistem szonasi serta faktor pertimbangan finansial.

“Dua faktor itu yang menurut saya turut berpengaruh, sehingga beberapa tahun terakhir ini, jumlah siswa yang masuk mengalami penurunan. Menurut pengamatan saya, orangtua akan selalu memilih sekolah negeri, karena biaya sekolahnya murah, jika dibandingkan dengan sekolah swasta yang biayanya lebih mahal. Soal itu, aya kira tidak menjadi persoalan, karena biaya sekolah untuk sekolah swasta dimana saja tentu sudah begitu. Bagi saya, kalau kita tingkatkan mutu pendidikan sekolah, saya yakin, meskipun mahal, pasti banyak siswa yang masuk. Karena kualitas masih menjadi jaminan kepercayaan masyarakat,” paparnya.

Untuk itu, dia berharap, SMA Kartika Ambon dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikannya, sesuai tema HUT yang diusung, “Meningatkan Semangat, Kreativitas dan Inovasi Guru Dalam Mengimplementasikan Nilai-Nilai Pendidikan di Abad 21, pada SMA Kartika XIII-1 Ambon”.

“Ketika guru bisa mengubah proses pembelajarannya jadi menarik dan bermutu, siswa akan tertarik untuk belajar. Jangan lupa juga, bahwa sekolah yang bermutu tidak terlepas dari karakter itu sendiri. Itu yang harus ditanamkan bagi anak-anak. Bahwa SDM bermutu tapi tidak berkarakter sama saja. Harus seimbang antara karakter dengan pengetahun,” pungkasnya. (LAM)

Comment