by

SMASKRIS Miliki Aplikasi Sendiri

Ambon, BKA- Atas berbagai upaya yang dilakukan, SMA Swasta Kristen (SMASKRIS) Ambon akhirnya memiliki aplikasi sendiri untuk menjalankan segala aktivitas sekolah dimasa pandemi Covid-19.

Aplikasi itu diberi nama SMASKRIS Siakad Mobile. Kepala SMASKRIS Ambon, E. Laturiuw, mengatakan, aplikasi itu sangat membantu pihak sekolah dalam melaksanakan aktivitas sekolah.

Kepala SMASKRIS Ambon, E. Laturiuw

Dengan aplikasi itu, semua aktivitas anak-anak di sekolah dapat di kontrol setiap hari oleh orangtua di rumah. “Jadi itu fungsi dan keunggulannya. Orangtua meskipun ada di manapun, tapi mereka bisa mengetahui anaknya masuk sekolah dan pulang jam berapa. Pokoknya, dapat melihat aktivitas SMASKRIS Ambon setiap harinya. Bisa juga melihat absensi masuk dan pulang dari sekolah,” ujar Laturiuw, Minggu (21/6).

Bukan hanya itu, kata Laturiuw, aplikasi milik sekolah Yayasan Kristen Protestan Maluku (YPKPM) ini juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sekolah yang lain. Orangtua bisa memberikan masukan dan saran melalui aplikasi tersebut. Bahkan bisa untuk melihat nilai akademik serta kegiatan maupun aktivitas sekolah setiap hari.

“Banyak hal yang bisa kita manfaatkan lewat aplikasi ini. Pokoknya, semua kegiatan sekolah akan diliput oleh tim media sekolah, untuk selanjutnya diketahui oleh orangtua. Jadi sangat mudah untuk ketahui aktivitas SMASKRIS. Cukup dengan download aplikasi di playstore saja,” tuturnya.

Dengan adanya perkembangan teknologi saat ini, katanya, lembaga pendidikan sudah harus berbenah diri. Terus melakukan inovasi-invasi lewat penggunaan berbagai media teknologi yang ada, agar bisa bersaing dengan dunia luar.

“Kemajuan teknologi membuat sekolah harus bisa berbenah dan menyetarakan perkembangannya melalui media sosial. Karena media inilah yang akan menjadi jembatan penghubung antara sekolah dengan dunia luar. Dalam hal ini, orangtua siswa, para alumni, dan pemerintah. Yang terpenting, kita menjaga kekompakan yang adalah menu utama dari kemajuan kita. Bekerja sama dan muliakan nama Tuhan lewat pekerjaan yang ada,” pungkas Laturiuw. (LAM)

Comment